Friday, May 11, 2018

PRESTASI DAN KEWAJIBAN : APA JAWABAN ANDA !



Mata Pena :arkam

Ombak memukul di tepian pantai, begitupula hati ini dukdak membaja guntingan media lokal ternama dipekarangan rumah ini, sebut saja CEPOS/11/MEI/2018 memuat berita yang teramat spetakuler sebab menjadi treding topik di hati para pemimpinan daerah yang telah meraih Opini WTP sebanyak 8 & WPD sebanyak 6, sementara daerah yang tidak termsuk kedalam pilihan di atas pasti bertanya-tanya mengapa dan bagaimana sampai kami tidak ambil bagian dalam daftar raport BPK RI. kalau memakai indikator kekinian.

Untuk yang tidak diberikan raport oleh BPK RI sebenarnya harus bersyukur bahwa pemberian opini sebenarnya bukan merupakan bagian dari Prestasi Kepala Daerah setempat, sebab opini itu sebenarnya merupakan Kewajiban dan Wajib Hukumnya untuk dilakukan Kepala Daerah dengan menjaga Keuangan Daerah dalam bentuk penyusunan program dan kegiatan selalu harus memperhatikan aspek kewajaran.

Kepala daerah yang belum mendapatkan Opini, sebenarnya memiliki banyak waktu untuk menata tata administrasi pemerintahan kearah yang lebih baik dengan membuat program yang digerakan oleh misi jauh lebih indah dibandingkan membuat program yang terkena jerat batman. 

Soal sebenarnya yang harus diselesaikan masing-masing kepala daerah adalah bagaimana membangun dan mengembangkan inovasi daerah seperti e-vilage di Bayuwangi. Inovasi daerah merupakan elemen kunci dalam mengedukasi warga masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan agar warga semakin mengerti arti transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Tanpa adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan pemerintah daerah setempat jangan kita berharap memetik hasil yang baik sebab warga masyarakat dengan tingkat kemajuan yang berwarna-warni perlu dituntun agar mereka mengerti bahwa kalau pake harus ada laporan kepada yang memberikan uang itu.    
Persoalan lain yang belum terselesaikan sampai tahun ini yaitu apa otonomi khusus itu hanya mempersoalkan kewenangan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang banyak diperdebatkan para pakar dan analis yang muncul dadakan seakan-akan mewakili seluruh warga masyarakat. sedangkan masalah warga masyarakat tidak pernah disentuh dengan memberikan ruang yang cukup untuk menyuarakan kewenangan mereka. 

Kata Mereka (RF), Soal yang pwling terakhir itu seru dana otonomi, setelah saya lihat dan perhatikan dana otsus yg katanya 80% ke daerah itu hanya habisnsaja di belanja makan minum PNS bayar honor perjalanan dinas dll, hanya sebagian kecil yg turun ke masyarakat dalam bentuk kegiatan dan proyek, yg prokyek banyak yg tdk dikerjakan orang papua, saya kadang sedih kalo lihat RKA yg disusun, kenapa dana otsusu itu tdk disalurkan dgn baik, pertanyaan yg berikut saat apakah BPK menjadikan penyususnan RKA sebagai salah satu indikator pemberian WTP, karna banyak kegiatan yg tdk tepat.. sedih sekali... jd anggota dewan baru sa pangkas pengusulan dana2 yg tra jelass dan tepat sasaran..

Tuesday, May 8, 2018

TINGKAT KEMAJUAN



Mata Pena : arkam

Sebelum melepasjangkar untuk hanyut lebih jauh meninggalkan pelabuhan, untuk itu sangat perlu sedikit dijelaskan apa makna tanggal 8 Mei 2018, hari dimana jutawan anak mudah indonesia beraroma pitih abuh-abuh bertarung masuk perguruan tinggi.

Anak mudah beraroma putih abuh-abuh datang dengan tingkat kemajuan masing-masing untuk mengejar mimpi sesuai harapan orang tua mereka masing-masing.

Tanggal 8 Mei 2018 dengan penuh harap cemas, orang tua melepaskan generasi penerus dinasti untuk ikut bertarung walau tingkat kemajuan mereka abuh-abuh yang bisa dilihat pada pemilihan jalur masuh ada yang sosbut dan adapula yang saintek serat ada yang melalui jalur ujian berbasis intenet yang semua itu pasti terukur dari baca, tulis dan membaca masing-masing peserta. @arkam

Wednesday, April 18, 2018

ANALISIS TARA LAKU PERSIPURA YANG TUA MEMPERMUDA YANG MUDA

 sumber : google.com


Mata Pena : Arkam. Penulis statistik bisa membuat model yang menggambarkan kekuatan tim melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya model statistik. Bila mana modelnya baik akan lebih mudah untuk memahaminya.
 

Sebaliknya seorang sarjana olah raga dan pengamat serta mantan pemain persipura bisa juga membuat model yang sama untuk mengambarkan hengkangnya beberapa pemain persipura melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya analisis perjalanan perisipura pada liga satu musim ini.

Putaran pertama liga satu sudah saling kejar-kejaran angka lihat daftar klasemen sementara yang membuat para analis mulai tercecer dengan permainan data time series yang selalu memakai pola lama membombardir pikiran para pegiat olah raga lapangan hijau seantero Nusantara.

Membuat model memakai indikator finance dengan tidak begitu melihat ukuran data real time atau data kekinian, namun sudah membuat simpulan untuk  kandidat pemenangnya liga satu musim ini semua berada di pulau luar Papua, mulai sedikit memperbaiki catatan para analisis sebab daftar klasemen hari ini bergerak fluktuatif.

Masih ramai di perbincangkan hengkangnya beberapa pemain yang konon katanya sebagai pemain inti persipura. Hati-hati menggunakan kata “inti”, hal ini menjadi catatan penting untuk manajemen yang sedang membangun keunggulan yang menurut analisi sementara penulis keunggulan yang dibangun ini sedang digerakan oleh sharing resources tua ke muda atau saling memanfaatkan resources.

Analisis ini, datang dari yang tidak pernah bersentuhan dengan rumput bahkan menyentuh kulit bundar sedikit pun tidak, namun analisis kuli tinta ini mewakili mereka yang tdak bersuara, namun tetap hadir sebagai pemain ke dua belas persipura.

Tiga dari empat pemain ke dua belas punya persepsi persipura mampu mengarungi liga satu dengan strategi yang baru, sebab tanda-tanda itu sudah mulai terlihat di klasemen hari ini, mutiara hitam Persipura sudah mulai membuat pengakuan bahwa mutiara hitam Persipura bermental juara.

Sharing resources tua ke muda, mungkin merupakan formulasi baru untuk tetap menjaga asa menjadi pemenang liga satu musim ini. Perubahan strategi di lapangan hijau selalu cepat, bahkan munculnya sering kali tidak terduga.

Misalnya putaran delapan besar liga champion antara AS Roma VS Barcelona, semua analis membuat model sedikit melenceng jauh sebab As Roma sedikit pintar memainkan formulasi strategi 3-5-2 untuk menyerang sementara formulasi 5-3-2 sebagai strategi bertahan kalau pena tidak salah menulis.

Putaran liga satu sudah berjalan dan pemenangnya mulai terlihat sebab mutiara hitam Persipura sudah mulai sedikit membuat analis kuli tinta, mulai mengkoreksi catatan mereka dengan memasukan mutiara hitam Persipura yang merupakan kolaborasi atau saling memanfaatkan antar tua muda yang penulis sebutkan sharing resources tua ke muda

Membangun dalam satu culture Papua yang selalu diunggulkan dalam perjalanan sepak bola tanah air, namun kita perlu ketahui bahwa mereka kuat karena totalitas dukungan masyarakat papua sebagai pemain kedua belas serta ada spirit rasa keluarga dalam satu tungku satu rumah adat Papua.

Yang menarik dari mutiara hitam Persipura adalah bagaimana manajemen dan tim pelatih membangun tim impian dengan keputusan yang tepat dalam mengambil pemain sesuai kebutuhan tim serta diperkuat spirit culture Papua yang dibangun sporter sebagai pemain ke dua belas dalam tim inti.   

Langkah yang diambil manajemen dalam membangun tim impian adalah KEPUTUSAN yang diambil dalam memilih calon bintang mutiara hitam perlu diperhatikan pemberian stempel “Inti” sebab surga kecil yang tete manis kase ini menyimpan milyaran warna wari pelangi hidup yang akan terus melahirkan mutiara hitam Persipura masa kini dan masa yang akan datang.

Membangun dan mengembangkan tim mutiara hitam Persipura yang digerakan misi lebih penting sebab akan memberikan nilai lebih kepada tim manajemen bersama tim pelatih dalam menentukan arah bagi tim impian, hal ini perlu diberikan garis bawah agar pemain yang terpilih benar-benar solit serta memiliki dedikasi tinggi untuk menjaga dan merawat rasa kekeluargaan dalam bentuk saling memanfaatkan resources.

Seringkali alasan utama tim tidak dapat mencapai sasaran karena para pemain tidak mendefinisikan dengan jelas apa sumbangsinya untuk tim sebab ada stempel inti, yang membuat para pemain belum begitu serius memahami apa rencana permainan serta kerangka tim yang di siapkan tim pelatih 

Sementara analisis yang lain, tim belum dapat mencapai sasaran sebab manajemen dan tim pelatih belum berjalan maksimal sebab ada partisi antara tim Inti dan tim lapis kedua yang membuat program kerja yang digerakan misi sedikit tersendat.


Guntingan liga champion antara AS Roma VS Barcelona, mungkin bisa menghasilkan satu titik yang amat jelas dimana ke dua tim yang terdiri dari sebelas orang memiliki tujuan yang sama untuk mencetak gol dan sebaliknya mereka juga harus mempertahankan gawang mereka untuk tidak kebobolan dari tim penyerang lawan.  
Pertandingan AS Roma VS Barcelona, masih meninggalkan informasi sebagai sumber bacaan tentang sebuah racikan rumusan strategi yang perlu dipadukan dengan informasi disekitar lapangan hijau.
Kita semua tahu bahwa untuk mengalahkan tim sekelas Barcelola itu teramat sulit, namun dengan sedikit kepintaran pelatih membangun dan meracik model yang digerakan misi bersama yaitu menyerang 3-5-2 serta bertahan 5-3-2 membuahkan hasil Barcelona tumbang dari As Roma. 

Membangun sebuah tim impian tentu membutuhkan waktu, namun apa yang kita lihat hari ini mutiara hitam Persipura yang diarsitek Butler asal Inggris sudah membuat pemain ke dua belas mutiara hitam Persipura mulai menulis. 
Mereka membuat gambaran perjalan mutiara hitam Persipura di liga satu akan berjalan dengan baik sebab tim manajemen dan tim pelatih telah mengambil keputusan terbaik untuk membangun tim impian sebab ada sharing resources atau saling memanfaatkan resources tua mempermuda yang muda sudah mulai terlihat pada beberapa laga mutiara hitam Persipura. Otot saja tidak cukup. @arkam

Sunday, April 8, 2018

SAHUT MARA DARI MAYBRAT BAGIAN IV

Mata Pena : arkam



Generasi masa lalu orang A3 telah lama mendalami lapisan demi lapisan gugusan batu karang itu dan menemukan mutiara yang teramat sanggat indah yaitu "ra mana sau" yang tumbuh dan berkembang di atas batu cadas yang tidak pernah lepas sebab ada pelindung bomira.

Sahut Mara, hidup dalam warna warni pelangi alam diatas gugusan batu karang itu, sudah merubah warna menjadi merah darah pekat menuju kehitaman ini, turut memberikan informasi bahwa proses pertumbuhannya sudah berjalan secara alamih serta bertransformasi dari satu masa ke masa yang lain.

Sahut Mara, terlilit dalam satu himpunan yang akan melahirkan sejuta makna baik dalam bidang politik, sosial dan ekonomi yang pada era kekinian perlu memerlukan redefinsi sendiri.

Dari sisi ini, Sahut Mara pernah menyampaikan begini. Penyelengaraan pemerintahan secara konsisten memakai pola distribusi orang A3 "ra mana sau" merupakan arah yang tepat membangun kesadaran Anu Betha Tubat. 

Dalam lukisan Sahut Mara, kepemimpinan lokal dan generasi masah kini, sudah mulai terlihat sedikit kabur memberikan penjelasan kepada warga A3, khususnya terkait titik pemicu yang semua warga A3 tidak memahami apa pemicu utamanya.

Sensivitas para pemimpin lokal dan pengikut mereka untuk cepat memberikan respon kepada warga A3, dengan rajin memberikan watum (nasehat) secara obyektif di lakukan secara terus menerus, agar pemimpin lokal dan pengikut tidak semakin dalam terjebak pada rasa kampung, kelompok dan rasa teman.

Saturday, April 7, 2018

ANANIAS DARI SORSEL BAGIAN V


Mata Pena : arkam



Ananias, perlahan mulai hilang harapan serta kecewa, itu sangat jelas terlihat diraut wajahnya yang sudah semakin lesu dan kusut termakan pikiran, sebab tujuan serta makna bahkan arti kehadiran dan juga maksud pemberian partisi baru yang diberi nama sorong ke selatan dengan melihat potret tahun ini sama sekali tidak memberi harapan.

Ananias, pada satu hari, pernah mengatakan begini. Pemberian partisi baru itu sanggat jelas menyajikan harapan yang dibangun melalui pemberian kompensasi yang besar kepada warga untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, namun pemerintah tidak melihat memakai kacamatan Ananias.

Dalam rekaman Ananias, pimpinan daerah gagal memahami latar belakang dan harapan warga berkait terbentuknya partisi baru yang diberinama sorong ke selatan itu, setitik kecil simpulan ini sudah pasti mewakili tiga dari empat warga segenarasi Ananias yang sedang menunggu terbukanya pintu itu.

Ananias dan generasi seusianya mulai menanyakan begini. Sudah setengah matikah pemerintah sebab jawaban yang mucul dari hampir tiga dari empat warga seusia Ananias menyatakan kehadiran sorong ke selatan belum mampu memperbaiki angka kesejahteraan warganya.

Anannias, kehadiran partisis baru yang diberi nama sorong ke selatan sejauh ini masih belum memberikan manfaat pada warganya. Apa yang menjadi harapan masyarakat belum terjawab dengan baik oleh pemerintah sesuai mimpi dan harapan warga ke depan.

Perhatian utama yang menurut Ananias, perlu di lakukan pemerintah yaitu perlu mengkoreksi angka kesejahteraan warga melalui program yang  terukur sebab yang terjadi tahun ini, pemerintah masih sibuk urus politik.

Thursday, April 5, 2018

ANANIAS DARI SORSEL BAGIAN IV

Mata Pena : arkam


Ananias, kau harus dengar dan catat baik serta sampaikan-sampaikan sama keluarga yang lain tentang bantuan pendidikan yang diberikan itu bukan jaminan akan bekerja sebagai pegawai pemerintahan.

Ananias, tidak diberikan jaminan dengan mendapatkan beasiswa itu, nanti selesai menamatkan pendidikan langsung diangkat menjadi pegawai pemerintahan di daerah sorong ke selatan itu.

Ananias, tidak mendapatkan jaminan apapun sebab kau masih dianggap sebagai faktor produksi serta masuk dalam komponen belanja pendidikan, hal itu membuat tidak ada jaminan menjadi pegawai pemerintahan.

Ananias, harus banyak membaca agar bisa mengerti dengan baik tentang apa yang dimaksud program wajib pendidikan yang perlu dilakukan daerah sorong ke selatan agar bisa memperbaiki nilai index Pembangunan Manusia.

Ananias, menghabiskan waktu malam hari untuk doa dan meditasi sebagai sarana utama merefleksikan kembali perjalanan yang sudah di habiskan sebanyak tiga ratus enam puluh lima hari itu.

Ananias, semakin lesu serta sedikit berada dalam posisi setengah hidup sebab Ia harus terus melangkah maju dan sudah tidak mungkin mundur sebab lembaran buku tentang esok harus terus dituliskan sebab esok itu kosong.

Ananias, mulai sadar bahwa waktu yang dihabiskan untuk menunggu terbukanya pintu pegawai pemerintahan sudah sedikit hilang sebab dijemput usia yang sudah tidak mudah lagi menjadi pegawai pemerintahan.

BEEN DARI AMBAIDIRU


arkam.id, Been (nama kebetulan) dalam cerita ini, Been pada satu kesempatan pernah membayangkan begini. Apakah warga kampung pernah mendengar cerita Ambaidiru.

Ambaidiru yang sedikit mendunia namun kurang mengigit sebab berada di seberang lautan nun jauh membentuk titik kecil di tengah lautan yang membentuk kepulauan Yapen.

Been menggunakan waktu siang hari untuk berlari menyampaikan kabar pada saudara-saudara yang lain untuk menyampaikan pesan yang isinya berkaitan cerita papa mama bahwa Ambaidiru sudah sedikit mendunia alias sudah masuk warung minum siap saji kelas dunia.

Ambaidiru, namamu tak seindah nasib mu, kenapa Been bisa langsung memberikan fonis seperti itu, Been sebenarnya harus melakukan diaknosis tentang apa saja parasit yang menimbulkan virus mematikan itu.

Cerita masa lalu tetang Ambaidiru sebenarnya merupakan sumber bacaan terbaik untuk menata masa depan warga pribumi dengan membangun dan mengembangkan ekonomi berbasis nilai hidup yang harus di perhatikan pemangku kepentingan di kepulauan yapen.

Ambaidiru sudah sedikit mendunia alias masuk pasar eksport dengan brending "Cofi From Ambaidiru" yang cita rasa bintang lima di beberapa pasar eropa yang dalam perjalanan kurang ada sentuhan pemerintah setempat membuat sedikit hilang di hati para penikmat Kopi.

Ombak memukul ditepian pantai dan irama yiur melambai pohon kepala membuat seisi rumah tertidur serta tidak mau mengambil pusing dengan persoalan yang ada di seputar mereka sebab mereka sadar hanya sebagai penghias kop surat.

Been, Tete manis su kaseh pulau dan isi perut yang begitu kaya, belum juga mengerakkan ekonomi warga berbasis nilai hidup yang setengah hidup ini.

Peta jalan pengembangan ekonomi berbasis konektifitas kepulauan dengan manajemen transportasi tingkat kepulauan Yapen.

Konektifitas antar pulau belum berjalan dengan baik ataukah peta jalan pengembangan konektifitas antar pulau belum ada di naskah perencanaan daerah yang memuat arah membangun dan mengembang ekonomi warga masih abuh-abuh.

Pemerintah perlu menciptakan inovasi baru dengan membangun dan mengembangan manajemen transportasi laut antar pulau yang baik sehingga mobilisasi barang dan orang berjalan seirama, maka ekonomi warga kepulauan akan tumbuh.

Sentuhan transportasi ke Ambaidiru akan semakin menjadi brend terbesar yang mendunia karena komoditi kopi dari Kepulauan Yapen (Ambaidiru) yang mengalir secara terus menerus di pasar eksport.

Wednesday, April 4, 2018

ANANIAS DARI SORSEL BAGIAN III

Mata Pena : arkam

 
 
 
Ananias menghabiskan waktu tiga ratus enam puluh lima hari untuk menunggu dibukakan pintu itu, namun pintu tak kunjung terbuka lagi. Pintu pegawai pemerintahan yang ditunggu Ananias sepanjang tahun.

Waktu terus bergeser menjadi minggu, minggu menjadi bulan dan bulan menjadi tahun membuat Ananias mulai sedikit putus asah karena tidak bisa membuat papa mama tersenyum.

Ananias merasa beban hidup semakin berat sebab di pundaknya semua harapan papa mama di titipkan, karena Ananias merupakan harta (aset) satu-satunya keluarga terdekat dan keluarga pihak papa papa bahkan sekampung.

Masa depan Annias mulai dikorbankan sebab bunga hati yang mau di ikat dengan adat itu, membutuhkan sumber daya yang cukup besar dan belum di tambahkan dengan ini dan itu.

Persoalan ini melebur menjadi satu yang sedang menuju kebekuan hidup, membuat tubuh Ananias yang kekar seperti seorang binaragawan mulai sedikit layu terisap pikirannya.

Ananias, pada satu hari pernah membayangkan begini. era sudah semakin terbuka tidak seperti yang Ananias lihat ketika melanjutkan pendidikan di seberang lautan yang nun jauh di pulau-pulan lain.

Tata admnistrasi kependudukan yang begitu besar memberikan perlindungan pada warga pribuminya itu bisa dilihat dari pendataan penduduk tetap dan tidak tepat mendapatkan legitimasi hukum yang berbeda pula.

Penduduk tidak tetap tidak diberikan ruang yang besar untuk mengakses sumber ekonomi bahkan berpastisipasi dalam bidang pemerintahan di pekarangan rumah mereka itu, sekalipun semua berbahasa Indonesia.

Lukisan peristiwa yang sedikit dirasakan Ananias pada waktu sedang menuntut ilmu di seberang lautan nun juah di pulau-pulau itu, tidak sama sekali terlihat pada pekarangan rumah yang di berinama sorong ke selatan ini.

Memberi rasa aman kepada Ananias dan warga yang lain belum di temukan sebab kekhususan masih diperdebatkan oleh mereka yang hidupnya menumpang di kecurangan.

Tunggu Seri Ke IV

SORONG SETENGAH HIDUP


Mata Penah : arkam


Black (nama kebetulan) dalam cerita ini, Black berasal dari keluarga bedarah biru yang konon kata cerita dari sumber yang kabur tete dan nene keturunan pemilik modal pada zaman kolonial, namun tidak ada jejak fisik yang kuat untuk membenarkan cerita itu.

Black, pusara itu sudah pasti tak bernama kalau tidak ada yang memahat cerita legenda itu, Black modal warna sudah semakin memudar sebab sumber daya nasional sudah semakin kuat mengalir karena tidak ada alasan untuk tidak datang memperbaiki hidup.

Black, rumah mu merupakan pintu masuk, tempat dimana kapal putih memuntahkan kumbang plastik hitam yang akan berterbangan mencari kelopak bunga yang baru mekar untuk mengisap sari bunga itu.

Black dan keluarga besar mulai sedikit susah mengurus pekarangan rumah mereka sebab sentuhan yang dilakukan keluarga lain bersama kumbang plastik hitam sudah semakin dalam yang membuat pekarangan rumah sudah semakin susah diurus lagi.

Black satu hari pernah membayangkan begini, apa benar, sentuhan yang berlebihan akan membuat semakin sulit untuk di urus pekarangan rumah ini, membuat Black bertanya pada White, apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan soal itu.

Jawab White, saya sudah pasti tidak mungkin melakukan proteksi ekonomi warga lokal dengan kumbang plastik hitam sebab ekonomi itu mengandung prinsip ekonomi berkeadilan.

Yang bisa White lakukan untuk mencegah hal itu, hanya dengan mengetuk pintu hati kumbang plastik hitam yang berterbangan di pekarangan rumah untuk selalu memakai kacamata 3P (Profit, People, Planet).

Tuesday, April 3, 2018

SAHUT MARA BAGIAN III

Mata Pena : arkam

Sahut Mara satu hari, pernah membayangkan begini. apakah dengan menghilangkan rasa malu untuk membangun kekuatan politik lokal rasa kot (kampung) dan rasa kelompok serta rasa teman sebagai senjata pemusna masal.

Sahut Mara, memakai metode lihat dan membaca sudah sedikit memberikan simpulan kecil yang menjelaskan bahwa partisi tigah rasa itu sudah terbangun membentuk titik kecil yang akan berkembang menjadi benjolan besar yang menungguh waktu untuk memuntahkan virus kebencian membentuk titik kecil dimana-mana.

Sahut Mara, semakin merasakan sesaknya dada sebab tak bisa menghirup udara kebebas berpendapat sebab pertandingan sudah menjadi postingan media lokal dan nasional serta sudah menjadi trending topik buat mereka yang mendapatkan rembesan tiga rasa itu.

Rasa malu sudah bukan menjadi pedoman hidup atau sebagai pagar pembatas atau bisa juga disebut alat kontrol orang A3 untuk tetap berjalan pada jalur yang benar.

Rasa malu sudah dilompati orang A3 dengan membangun partisi rasa kelompok, rasa kampung dan rasa teman sebagai strategi utama membentuk ring-ring politik ekonomi.

Ring-ring yang dimaksudkan itu, memakai rujukan metode analisis lihat dan rasakan sedikit memberikan simpulan sementara bahwa ring itu merupakan generasi masa kini yang juga merupakan generasi pengikut yang diberikan tugas untuk menjaga tiga rasa yang sudah dibangun bersama.

Tete manis berikan nilai rasa malu buat orang A3, agar dalam perjalan membangun dan mengembangkan diri selalu berpegang pada nilai satu hati, satu pikiran dan satu rasa serta satu keluarga "Anu Betha Tubat".

Monday, April 2, 2018

ANANIAS DARI SORONG SELATAN BAGIAN II

Mata Pena : arkam

Ananias (nama kebetulan) dalam cerita ini, Ananias ko itu harus inggat pesan papa mama dengan sodara dong di kampung, jangan macam orang bodok saja ya.

Ananias ko itu harus tahu yang papa mama sebut sudah menjadi manusia itu kalau ko bekerja sebagai pegawai pemerintahan.

Ananias catat itu, jangan bikin papa mama kecewa sudah kirim anak Ananias sekolah jauh-jauh menyeberang lautan dan biaya banyak su keluar sama kau.

Ananias, kau harus inggat satu lagi, itu ade-ade dong di kampung korban hanya lulus kelas tiga sekolah dasar sebab tanah sedikit yang ada di mata jalan itu papa mama so jual untuk kau punya sekolah itu.

Ananias merasa beban dipundak semakin berat sebab modal warna dan jas sarjana ditambah dengan ketokohan papa mama tidak sedikit memperbesar peluang menjadi pegawai pemerintahan.

Ananias, ko harus berjuang untuk terus maju berkelahi dengan waktu sebab sudah tidak ada pilihan lagi untuk mundur, sebab kalau kau mundur akan menjadi penonton untuk selamanya.

Ananias, tempat kamu yang diberinam sorong ke selatan sudah terbuka membuat tidak ada alasan yang membuat orang tidak datang.

Ananias kau sudah lihat sendiri, bagaimana migrasi besar-besaran sumber daya nasional yang masuk ke daearh ini semakin liar dan tak bisa terbendung.

Tunggu Kelanjutan Cerita Ananias ya..................

ANANIAS DARI SORONG KE SELATAN

Mata Pena : arkam
 
 
Ananias (nama kebetulan) dalam cerita ini, Anias berasal dari keluarga terpandang di kampung, ketika lulus sekolah beraroma putih abu-abu mendapat jempolan lulusan terbaik ukuran kampungnya saat itu.

Ananias mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan keluar tanah kelahiran ke kota seberang lautan nun jauh di Sulawesi, Jawa, Bali, Kalimantan bersama teman-teman seusianya yang juga mendapatkan beasiswa.

Perjalanan menyeberang lautan memakai kapal puith milik perusahaan pelayaran nasional yang kurang lebih seminggu lamanya, untuk mengisi waktu selama perjalanan mereka lakukan dengan bercerita kehidupan di kampung halaman karena kebetulan berasal dari daerah yang sama.

Setibanya di tempat tujuan studi masing-masing, Ananias bersama teman menumpang kendaraan menuju rumah singah atau asrama pemda dan keesokan harinya mendaftar ke kampus pilihan masing-masing.

Ananis menetapkan pilihan melanjutkan sekolah bisnis jurusan akuntansi sementara teman-teman yang lain mengambil jurusan ilmu lingkungan, ilmu pemerintahan, ilmu hukum, tehnik mesin, elektro, sipil, Arsitek. pilihan jurusan itu, menurut catatan Ananias teman itulah jurusan yang palin terbaik.

Hari berganti menjadi minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, tidak terasa Ananias dan teman-teman sudah berada pada semester akhir dan tinggal merampung pendidikan untuk pulang.

Rinduh kampung sudah tumbuh menjadi benjolan besar yang menungguh waktu untuk memuntahkan bauh aroma kerinduan keluarga serta saudara.

Ananias dan teman-teman berasal dari satu daerah yang disebut sorong ke selatan mekar dari teminabuan yang memberikan kesempatan untuk mekar yaitu sorong sebagai induknya.

Ananias dan teman-teman setelah menyelesaikan studi dan wisuda mereka pulang kembali ke kampung halaman sorong yang keselatan untuk melamar pekerjaan berbayar alias pegawai pemerintahan.

Pegawai pemerintahan sebagai pilihan utama sebab sukses atau menjadi manusia menurut warga sekampung adalah bekerja sebagai pegawai pemerintahan.

Pada satu hari tidak ada anggin dan tidak ada hujan serta tidak ada bisikan alam, Ananias sedikit mulai sadar bahwa jas sarjana yang dipakai bersama teman-teman yang lain semirip sebelas dua belas dengan teman-teman di tempat yang bernama sorong ke selatan.

Sunday, April 1, 2018

CERITA OBET DARI SARMI

Mata Pena:arkam

Obet (nama kebetulan) dalam cerita ini, bertanya sama teman-teman seusianya, kamu pernah tidak membaca catatan antropologi Papua atau mendengar cerita tentang daerah penghasil kopra pada zaman hindia belanda di wilayah Papua. 

Daerah ini terkenal pada zaman itu dan sekarang menjadi saksi sejarah dengan kelapa nyiur melambai di tepian pantai, yang kata Obet sudah harus di catatan sebagai pantai terbanjang di dunia.

Obet (nama kebetulan) dalam cerita ini, Obet dalam satu kesempatan melakukan pekerjalanan menuju suatu wilayah di sebelah barat Kabupaten Jayapura yang dalam cerita warga masyarakat di beri julukan kota ombak Sarmi. 

Obet melakukan perjalanan melalui jalan darat dengan menumpang mobil rental. perjalanan menuju kota ombak memakan waktu kalau tidak salah delapan sampai dua belas jam.
 
Sarmi adalah singkatan dari nama suku-suku besar, yakni Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa. Keberadaan mereka telah lama menjadi perhatian antropolog Belanda, Van Kouhen, yang kemudian memberikan nama Sarmi.

Sarmi menjadi fokus perhatian kolonial belanda pada zaman itu, cukup beralasan sebab sarmi merupakan salah satu bagian surga kecil yang tete manis kase mempunyai laut dan kali-kali yang menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan buat Belanda.

Semenjak kolonial belanda meninggalkan sarmi dan papua berintegrasi dengan indonesia, semenjak itulah pertanian dalam arti luar tak terurus dengan baik, membuat warga sami perlahan-lahan ekonomi sedikit hilang karena terbelit kemiskinan di dusun kelapa dan dusun-dusun lain yang tete manis su kase.

Sepanjang perjalanan ke sarmi Pace Obet, mendapat hidangan ringan yang diberikan alam melalui sebuah gambar tentang hutan-hutan Kelapa dan Kakao mulai ditumbuhi tembok-tembok menghiasi sepanjang perjalanan ini, menimbulkan pertanyaan apa yang salah ? dan siapa yang melahirkan kesalahan yang membuat pohon-pohon tembok mulai mengantikan nilai hidup warga Sarmi.

Potret tembok yang tumbuh semakin subur menghiasi pingiran badan jalan kiri dan kanan semakin membuat Obet penasaran, sebab apa yang dibaca memalalui catatan tentang sarmi yang selalu mengkampanyekan konsep "satu kampung satu produk" hanya menghiasi kop surat semata saja.

Obet selalu berharap dengan surga kecil yang tete manis su kase di sebelah barat Kabupaten Jayapura ini, dengan potensi laut dan kali yang melimpah sudah menjadi arah membangun dan mengembangkan komoditi berbasis nilai hidup, yang kalau mau dilihat pada zaman Belanda sudah sedikit nasional dan internasional alias masuk pasar eksport, namun dalam perjalanan pemberian kewenangan khusus belum mengigit para pemangku kepentingan sebab pimpinan masih sibuk urus politik. 

Obet sedih sebab keluarga besarnya perlahan-lahan sedikit ekonomi hilang di dusun-dusun yang tete manis su kase. Hantaman ombak pantainya tak sedikit menyadarkan para pemangku kepentingan untuk berlari mencari para-para adat sebagai sandaran utama sebab bersama warga sarmi untuk maju bersama-sama melawan perubahan.
     

SAHUT MARA BAGIAN II

Mata Pena: arkam

Sahut Mara (nama kebetulan) dalam cerita ini, Sahut Mara mengambil kunci dan membuka kembali pintu memori masa lalu sebagai arah penunjuk jalan untuk masuk mengali apa sumber pemicu utama A3 (Ayamaru, Aitinyo, Aifat) menjadi postingan di berbagai media lokal maupun nasional.

Raport A3 (Ayamaru, Aitinyo, Aifat) sebelum diregistrasi dalam tata administrasi Indonesia berjalan biasa saja bahkan selimut pembungkus dan pelindung rumah "Anu Betha Tubat" yang diberikan tete manis, pada masa itu dirawat dengan baik oleh tete dan nene Sahut Mara. 

Munculnya wabah penyakit yang dihasilkan virus buatan manusia mulai merembes masuk di saat diberikan sekat sebagai daerah otonomi yang tercatat dalam lembaran negara dengan nama Maybrat.

Dalam perjalanan pemerintahan terjadi perubahan cuaca yang membuat trubulensi kecil sampai sedang selama perjalanan sampai tahun ini, trubulensi terjadi karena ada tabrakan atau pertemuan anggin antara pendiri dan penikmat.

Sahut Mara dan keluarga, hanya duduk menyaksikan keluarga mereka hilangkan rasa malu menjadi postingan media lokal dan nasional serta media sosial, hanya untuk mengejar status sosial dengan mengorbankan keutuhan rumah "Anu Betha Tubat" yang telah dibangun dan dipelihara puluhan tahun oleh tete dan nene Sahut Mara itu.

Dengan menghilangkan rasa malu, mereka membangun kelompok kepentingan sendiri yang sudah tidak berbasis satu hati, satu pikiran untuk membangun masa depan A3 (Ayamaru, Aitinyo, Aifat), namum mereka sendiri  membangun dan mengembangkan takaran yang menghasilkan rasa kelompok kepentingan untuk membangun garis nasibnya sendiri dengan mengorbankan rumah "Anu Betha Tubat".   

Saturday, March 31, 2018

SAHUT MARA DARI MAYBRAT

Mata Pena :arkam
Tete manis kase "Anu Betha Tubat" sebagai obat anti bodi atau obat penangkal serangan berbagai macam virus menular yang merambat secara alamih atau virus buatan manusia. Berbagai wabah penyakit itu sudah dipikirkan tete dan nene generasi pertama orang A3 bahwa di satu waktu nanti ada trubulensi besar yang akan meratakan seisi rumah yang diberikan tete manis ini, maka perlu di bendung dengan obat anti bodi "Anu Betha Tubat".

Sahut Mara (nama kebetulan) dalam cerita ini, satu hari duduk merenung nasib keluarga besar yang tete manis kase sama tete dan nene mereka untuk di kase nama "Anu Betha Tubat" pada masa-masa kegelapan itu perlu dijaga, dirawat dan dibesarkan bersama ini mulai dengan berjalannya waktu mulai menjadi trending topik menghiasi media lokal dan nasional bahkan media sosial.

Sahut Mara (nama kebetulan) dalam cerita ini, menghabiskan waktu siang hari untuk berjalan mencari di atas gugusan batu-batu cadas apa yang salah dan siapa yang melahirkan kesalatan itu serta malam hari digunakan untuk doa dan meditasi mencari petunjuk atau jawaban lewat bisikan alam. 

Pada waktu melakukan meditasi dan doa di malam hari Sahut Mara (nama kebetulan) menemukan satu penunjuk arah kemana jalan yang akan dilalui untuk bisa menemukan jawaban sementara yang perlu diuji kebenarannya yaitu pendidikan.

Sahut Mara (nama kebetulan) meminjam catatan para ahli kehidupan yang menjelaskan bahwa semakin baiknya pendidikan warga masyarakat akan memperkecil perbedaan dan memperbesar peluang untuk bertransformasi pada berbagai bidang.  

Pendidikan tidak begitu banyak memberikan rembesan nilai positif walaupun setiap mata rumah warga masyarakat hampir sebagian besar menamatkan pendidikan sarjana. Pendidikan tidak memberikan rembesan positif karena nilai lebih dari pendidikan itu sebenarnya menurut pikiran Sahut Mara (nama kebetulan) yang hanya lulusan kelas tiga sekolah dasar yaitu memperkecil perbedaan dan memperbesar peluang atau kesempatan.

Sahut Mara (nama kebetulan) bersama keluarga besar yang biasa di panggil orang A3 (Ayamaru, Aitinyo, Aifat) dalam catatan resmi tata administrasi pemerintahan di registrasi dengan nama Maybrat/Maibrat/Meibrat yang pemaknaanya berpulang pada keluarga besar Sahut Mara (nama kebetulan) sendiri mana yang benar menurut bahasa yang tete manis su kase itu.



SURAT DARI YAHUKIMO


arkam.id, Kemandirian merupakan satu soal yang masih tersangkut di pikiran sembilan dari sepuluh warga papua selalu bertanya "kapan daerah kami bisa mandiri" sudah hampir kurang lebih lima puluh tahun berintegrasi ke Indonesia.

Budi (nama kebetulan) dalam cerita ini, selalu dan selalu berpikir bahwa semua sumber daya fisik dan non fisik sudah digerakan semuanya, namun masih saja ada soal yang tertinggal untuk diselesaikan lagi yaitu "kemandirian daerah".

Pembentukan sekat-sekat baru (pemekaran) di harapkan sudah bisa melahirkan inovasi-inovasi baru yang berasal dari daerah-daerah pemekaran tersebut, tetapi yang ditemukan semua hanya kopas karena lagi trending topik di media nasional dan media sosial.

Mungkin sudah mencapai jutaan paket kebijakan di keluarkan Budi (nama kebetulan) semuanya hampir pasti di sumbangkan kekantong belanja konsumtif (konsultasi, berkoordinasi, jalan keluar daerah, jalan kedalam daerah) melebihi kegiatannya.

Sepotong cerita "kemandirian" dihadirkan sebagai arah penunjuk jalan ke satu wilayah yang diambil namanya dari empat suku besar yaitu : Yali, Hupla, Kimnal, Momuna disatukan menjadi nama Kabupaten Yahukimo dengan ibu kota pemerintahan berada di "Dekai".

Inovasi daerah untuk memetik kemandirian sudah dilahirkan melalui prakarsa pimpinan lokal di era kehususan yang apabila dilihat teman-teman tata kota pasti dan pasti diberikan pilihan pada skala lima sanggat puas sekali dengan kerangka dasar membangun dan mengembangkan Dekai menuju kota modern di masa depan.

Inovasi baru seukuran tanah papua sudah dilakukan Yahukimo dengan mempersiapkan hutan-hutan kota sebagai lokomotif pengerak ekonomi utama (PAD) untuk memperkecil ketergantungan dengan Budi (nama kebetulan) dalam cerita ini.

Dekai ibu kota Kabupaten Yahukimo merupakan kota di tengah hutan yang apabila dikelola memakai sentuhan ilmu manajemen tata kota akan menjadi salah satu kota terbaik di Nusantara.@arkam

EKONOMI BARU DI MERAUKE

arkam.id,  Sampaikan-sampaikan sama teman-teman kamu ada "Ekonomi Baru" yang lahir dari komoditi berbasis nilai hidup yang sudah sedikit nasional alias masuk pasar ekspor ke beberapa wilayah di luar Papua, namun dalam perjalanannya belum begitu mengigit para pemangku kepentingan.

Daerah di selatan tanah papua tepatnya merauke masyarakat lokal mulai tergerak membangun dan mengembangkan potensi yang tersimpan di rawa-rawa menjadi sebuah produk bernilai ekonomi tinggi.

Ide mengembangkan ikan gastor asing, lahir dari prakarsa masyarakat lokal yang diprakarsai Budi (nama kebetulan) dalam tulisan ini, Budi merupakan seorang Jamer (jawa merauke) orang tuanya merupakan transmigrasi pertama yang datang di merauke.

Untuk menangkap peluang yang ada budi mulai membentuk kelompok petani plasma di beberapa titik yang sudah di sepakati di wilayah tanah miring dan sekitarnya. Alat tangkap dan bahan-bahan pembuatan ikan asing gastor semuanya masih di sediakan Budi, sebab rata-rata dompet masyarakat lokal masih sakit.

Proses produksi ikan asing gastor dilakukan budi dengan menjeput langsung pada tempat-tempat yang sudah disepakati bersama petani plasma. sementara proses pembelian ikan asing gastor dilakukan dengan pengurangan bahan-bahan yang diberikan Budi barulah harga bersih ikan asing gastor per kilo diterima masyarakat lokal.

Cerita singkat di atas memberikan sedikit simpulan bahwa ekonomi baru sudah lahir dari prakarsa masyarakat, namun belum begitu mengigit karena pemerintah masih sibuk mengurus politik.@arkam

BELAJAR DARI SULAWESI KENAPA HARUS KE PULAU LAIN

Mata Pena : arkam

Sudah dikase begitu banyak pemekaran mulai tingkat kampung, distrik sampai kabupaten dan provinsi yang di sertai anggaran yang tiap tahun terus meningkat, belum juga membuat masyarakat mengucap syukur atas berkat yang diberikan ini. 

Publikasi data statistik yang dikeluarkan para analisis dengan memakai metode yang teramat cangih semuanya hanya sebatas mengeluarkan rekomendasi potensi ekonomi sektoral yang konon katanya kalau di kelola dengan baik akan menguraikan kemiskinan di kampung.

Belajar dari Sulawesi yang kalau tidak salah merupakan pemain utama komoditi kakao nomor satu di Indonesia yang luas wilayah dan kesuburan tanahnya mungkin kalah dengan tanah papua yang tete manis kase ini. Lokomotif ekonomi utama pulau Sulawesi sudah jelas arahnya pertanian dalam arti luas.

Sementara bila dilihat dari daftar daerah penghasil komoditi kakao Indonesia, Papua berada dalam urutan kelompok lain-lain, akan menimbulkan pertanyaan Apa yang salah dan siapa yang melahirkan kesalahan...!

Arus anggaran yang masuk tiap tahun akan semakin bertambah sementara arah membangun dan mengembangkan ekonomi berbasis nilai hidup masyarakat sudah semakin tidak jelas sebab masing-masing sudah sibuk dengan urusan dirinya sendiri. Anggaran yang besar itu diharapkan akan melahirkan inovasi-inovasi baru atau pusat-pusat ekonomi baru berbasis nilai hidup setempat.

Belajar dari Pulau Sulawesi.....kenapa harus ke pulau pulau-pulau lain di Indonesia.....!

Friday, March 30, 2018

SURAT UNTUK PENJAGA TANAH PAPUA


Membaca suara rakyat yang dikemas dalam paket cantik yang di berikan nama lembaga budaya karya anak bangsa memberikan gejolak batin amat dalam mengalir bersama ruang-ruang realita sosial yang tersimpan dalam rekaman gejolak jiwa ada sedikit tersangkut di hati warga papua.
Dengan segala permasalahan sudah semakin besar benjolan yang menunggu waktu untuk mengeluar bauh tak sedap, apakah lembaga budaya dapat menyirami gejolak jiwa warga masyarakat dalam membakar peta Indonesia. Apakah mereka juga terkena gentahnya atau mereka itu yang disebut para analisis manusia abuh-abuh.
Apakah buku ini selalu memberikan perasaan hangat dalam hati warga masyarakat, masih banyak warga masyarakat menggangab bahwa lembaga budaya tidak dapat menjawab aspirasi warga masyarakat. Persoalan jawab dan tidak menjawab aspirasi semua berpulang pada motivasi diri pribadi sebab jujur itu pilihan.
Hal ini bisa disebabkan perwakilan instusi itu tidak representatif mewakili warga masyarakat, ataukah masih dikuasai oleh kelompok kepentingan yang otoriter dalam pasar gagasan. Teori alam sudah secara jelas mengungkapkan tentang buah yang baik dihasilkan dari proses pemilihan bibit tanam yang baik pula.
Kewenangan yang tidak pernah dan tidak akan mengakui “sama rata sama rasa” yang dijawabnya dengan menjaga dan mengawal berbagai kebijakan dan regulasi di berbagai sektor sampai pada pemberian alokasi anggaran dalam berbagai paket-paket  kebijakan daerah yang secara rasional melenceng jauh dari harapan.
Secara sadar atau tidak para lembaga buday dan pemimpin daerah ini bagaikan tukang pos yang selalu mengantarkan paket-paket titipan dari pusat secara sporadis di paksanakan untuk dijalankan di tanah papua. Belum terbangunnya sebuah filter atau tempat penyaringan mulai dari tingkatan terendah sampai ke tingkatan lebih tinggi agar apa yang dikerjakan benar-benar sesuai kebutuhan dan keingginan masyarakat.
Filter penyaringan yang dimaksukan adalah musyawara dan mufakat di putuskan bersama warga di para-para adat. Proses di para-para adat itu dibuat agar kita semakin sadar dan mengerti masuk rumah atau kebun orang harus minta ijin sama pemiliknya. Proses ini bila dilakukan dengan teratur maka warga papua akan memberikan sebuah stempel yang ada tertulis “Anak Adat Tahu Adat”.
Membaca buku besar yang diberikan tete manis dengan begitu besar keunikan ini, masih menyimpan berjuta misteri yang selalu dan selalu akan menghasilkan sejuta alasan tanpa pajak yang membuat manusia dari seberang lautan nun jauh di Maluku, Sulawesi, Jawa, Bali, Sumatra dan Kalimantan untuk menyeberangi lautan mengadu nasibnya di pekarangan rumah bukan milik mereka.
Masuk keluar manusia tak pernah memberi suara pada sang pemilik pekarangan rumah, itu semua di sebabkan sama-sama dibaluti selimut merah putih yang sama-sama berdarah merah dan bertulang putih walaupun hanya ras yang membedakan antara Melayu dan Melanesia serta dibaluti satu bahasa yaitu bahasa Indonesia.
Meminjam catatan para maha guru yang menjelaskan persoalan kemiskinan membuat tidak ada pilihan lain untuk tidak datang ke sumber mata air, tempat dimana mereka dan keluarga akan tumbuh menjadi orang-orang sukses di berbagai pekerjaan karena bermodalkan pendidikan yang baik pula.
Mereka melakukan migrasi besar-besaran tanpa pajak karena Papua begitu kaya akan sumber daya alam dan sekaligus sebagai tempat membangun kerajaan bisnis keluarga di seberang lautan nun jauh disana. Warga papua hampir rata-rata pendidikan lulus sekolah dasar kelas tiga dan lulus sekolah menengah pertama kelas tigah bahkan sampai perguruan tinggi ternama juga wisudah semester lima atau belum pernah sama sekali menyentuh pagar sekolah atau kampus, soal ini yang membuat mereka tidak mampu menghadapi perubahan yang semakin cepat ini.
Guntingan kertas ini, dihadirkan sebagai menu sarapan pagi buat mereka-mereka yang konon katanya sebagai penjaga pekarangan rumah Papua dari berbagai parasit yang semakin liar mengisap sari bunga di taman ini perlu dibendung dengan balutan selimut (budaya) yang tete manis su kase ini sebaik-baiknya agar semerbak ke seluruh penjuru tanah kasuari ini, agar mereka tetap berdiri kokoh dalam satu tungku satu budaya Papua.
Hadirnya penjaga tanah papua yang dimaksudkan adalah majelis rakyat papua sebagai corong utama dan terdepan dalam menyuarakan suara mereka yang tak bersuara karena keterbatasan dan ketertinggalan kereta di zaman kekinian dan dimasa depan nanti. Mereka tertinggal namun setidaknya masih punya mimpi menjadi manusia sejati seperti bird of paradise serta punya garis tanggan penghidupan penuh kebahagian seperti warna burung surga yang tete manis su kase itu.@arkam.

MENCARI MAYBRAT

Merauke Undercover

arkam Merauke selalu tampil manis di mata orang luar. Kota rusa, kota datar, kota paling timur negeri. Tapi itu hanya kulit luar topeng yang...