Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Sunday, August 12, 2018

FAKTA ATAU HOAX ?

Waktu itu adalah masa depan sebab waktu harus di manajemen dengan baik agar masa depan bisa dijalani dengan baik. dalam cerita kita kali ini mengangkat tema "WAKTU" karena selalu akan berkaitan dengan biaya karena ada belanja kesehatan WAKTU SAKIT.

Gambar punya cerita, maka Gambar yang mau diceritakan ini merupakan sesuatu yang unik sebab hadir di depan rumah sakit ternama dengan menawarkan produk yang kalau mau ditarik lebih jauh ke lingkungan ilmu medis yang diperoleh dibangku kuliah maka sudah parti menghadirkan pro dan kontra.

Tema utama yang diangkat yaitu "SPESIALIS MENDETEKSI SEGALA PENYAKIT" yang kalau digambarkan fenomena ini dengan kata Alberth Einstein yang berbunyi demikian "Jika fakta tidak sesuai dengan teori, rubahlah faktanya".

Timbul pertanyaan yaitu Apakah ramuan herbal bisa mengalahkan dokter spesial tentu jawaban bisa ya dan bisa juga tidak kalau para pembaca melihat memakai kaca mata Einstein, maka fakta harus dirubah sebab tidak sesuai dengan teori di dunia kedokteran.

Perang pemasaran dalam bisnis jasa kesehatan sudah berjalan menutut frekuensinya masing-masing. sementara persoalan yang dihadapkan masyarakat dengan pendidikan pas-pasan sudah pasti memilih yang murah karena rendahnya kemampuan belanja kesehatan.

Apa Pendapat Mu......

GURITA BISNIS DI FREEPORT PAPUA ?

Gambar bercerita, maka Gambar ini menjelaskan 21 negara punya kepentingan bisnis yang sudah menggurita di Perusahaan Freeport Papua. Sengketa Bisnis terus akan terjadi, mengapa sengketa akan terus terjadi karena struktur ekonomi sudah susah untuk terurai.

Coba kita bayangkan berapa jumlah perusahaan yang datang dari 21 negara di atas, yang ditambah dengan perusahaan plat merah Indonesia maupun swasta nasional indonesia dengan anak perusahaan masing-masing.

Sementara pengusaha OAP yang ikut bermain di dalamnya mungkin dihitung dengan jari saja.....kalo sudah begitu baru OAP yang modal golongan ekonomi lemah mau dapat apa di Perusahaan Freeport Papua.

Analisis lebih lanjut PT Inalum di Kase 51 persen saham Freeport yang dalam perjalanan apa bisa bertahan menghadapi gesekan 21 Negara di tanah Papua kalo pendekatan pengamanan petah Papua di munculkan sebagai filter untuk meredam berbagai bentuk kegiatan yang di sponsori langsung 21 negara dengan mengusung issu M.

Digoreng issu M dengan menggunakan segala sumber daya yang dimiliki sebagai sejata utama dalam menembak titik yang disebut M sebagai jalan masuk utama untuk merebut kembali 51 persen saham yang diberikan kepada pemerintah daerah lewat PT. Inalum

Selamat merenung nasib mu yang malang dengan tingkat kemajuan yang masih sanggat terbatas diberikan 10 persen saham melalui perantara pemerintah daerah Papua yang peruntuntukan belum jelas antara pemerintah daerah mimika dan provinsi papua di sisi lain belum ada aturan main yang jelas antara Inalum dan Pemerintah Daerah untuk tatakelola 10 persen saham yang diberikan itu. 

Apa Pendapat Kamu.........!

Saturday, August 4, 2018

ANALISIS TRALAKU SEPAK BOLA PAPUA SEDIKIT MATI

Meminjam catatan pelatih Joko Susilo yang beberapa waktu lalu melempar issu yang cukup menarik di CEPOS, namun kurang mengigit atau menusut atau diera kekinian kurang menjadi trending topik karena situasi saat ini kurang tepat untuk mendiskusikan issu yang menarik ini.

Issu yang dilemparkan atau pertanyaan yang dilemparkan adalah Mengapa tanah papua hanya bisa menyumbangkan empat club untuk liga teratas di Indonesia sebut saja PERSIPURA dan PERSERU bermain di liga 1 sementara YAHUKIMO FC & PSB BIAK bermain di liga 2. Informasi ini menimbulkan pertanyaan lanjutan untuk di analisis adalah siapa yang perlu disalahkan?.

Informasi yang diungkapkan di atas, sudah sedikit memberikan simpulan bahwa pemerintah daerah di seantero wilayah Papua tidak begitu serius menata dan mengelola olah raga yang banyak digemari warga ini sebagai peluang daerah untuk melahirkan sumber pedapatan baru pada daerah.

Begitu menjamurnya sekolah sepak bola yang dikelola secara swadaya sampai yang dikelola pemerintah daerah mau di salurkan kemana ketika anak-anak tersebut sudah matang, mari kita lihat pulau jawa timur, dimana kelebihan mereka dibandingkan dengan tanah Papua. 

Informasi ini coba dihadirkan sebagai menu sarapan bagi para pengiat olah raga yang cukup mendunia ini, bila dilihat kembali zaman perserikatan ada beberapa club di Papua yang memiliki nama besar sebut saja PERSEMAN MANOKWARI, PERSIS SORONG, PERSIMER MERAUKE, PERSIFA FAK-FAK, PSB BIAK, PERSIDAFON dan PERSIPURA JAYAPURA. PERSINAB NABIRE.

Berangkat dari informasi ini bisa juga memberikan simpulan bahwa PERIPURA memiliki nama besar itu semua karena ada sering sumber daya atau lebih tepatnya kolaborasi kekuatan tanah Papua untuk berlomba dengan kawan-kawan di pulau yang nunjauh di ambon, sulawesi, jawa, sumatra, kalimatan dan balik karena spirit yang diperjuangan hanya harga diri dan martabat orang Papua.

Kita punya perusahaan gas di Bintuni, Pabrik Semen di Manokwari dan beberapa perusahaan besar lainnya serta ditambahkan dengan pengusaha-pengusaha lokal Papua sebenarnya sudah bisa membantu dengn cara PERTAMA pemerintah daerah perlu membangun atau menyusun strategi dengan membuat program kerja yang jelas disertai dengan ukuran-ukuran yang jelas pula, maka sponsor atau uang akan datang sendiri; KEDUA, pemerintah daerah perlu sekali menyiapkan lahan untuk pembangunan stadion sepak bola.

KETIGA, pemerintah daerah harus menempatkan posisi sebagai seorang tenaga penjual untuk bagaimana menjual daerah ini kepada investor untuk masuk menanam modalnya pada sektor-sektor yang menjadi keunggulan daerah masing-masing. misalnya fokus kita para wisata berarti semua sumber daya digerakan untuk memberi rasa aman bagi mereka yang mau berinvestasi di sektor ini.

Persoalan lain yang menarik untuk di lakukan analisis adalah posisi pemerintah daerah dimana ketika lapangan sepak bola mulai digugat pemilik hak ulayat, lapangan sepak bola ditanam pohon tembok, lapangan sepak bola dijadikan black market, lapangan sepak bola dijadikan tempat pembuangan akhir sampah dan masih banyak dialih fungsikan.

Sepak bola mulai menjadi barang mahal sebab harus main ditanah lapang atau bermain di atas trotoar jalan seperti kata IWAN FLAS sebab yang gratis hanya ada dijalanan. dimana dan kemana para pemimpin harus memecahkan soal ini, sebab sudah semakin besar benjolannya yang siap-siap memuntahkan aroma tak sedap pada manajemen tata kelola sepak bola papua. 

Apa pendapat kamu..........?

Friday, August 3, 2018

ANALISIS TRALAKU PERSIPURA VS BARITO PUTRA

Analisis taralaku yang mungkin bisa melenceng jauh dari harapan pemain kedua belas PERSIPURA yang lagi melakukan meditasi dan berdoa meminta petujuk atau bisikan alam untuk peristiwa apa yang akan terjadi di Mandala Esok sore......

Para pengamat bola mulai dengan membangun model A sampai Z melalui berbagai pengujian untuk bisa mendapat bocoran formula para tim pelatih memiliki kesamaan dengan analisis atau tidak.

Sebelum dianalisis lebih jauh berkait formula apa yang tepat digunakan dengan memaksimalkan jumlah pemain PERSIPURA yang ada, maka tim pelatih perlu sekali menyiapkan pemain nomor 9 sebagai solusi kalau bermain dengan formula 4-3-3, namun perlu digaris bawahi bahwa bek tengah PERSIPURA harus bekerja ekstra dan disiplin tinggi.

Masih berkaitan dengan formula di atas, maka ijin salah untuk memberikan analisis yang sebaiknya digunakan PERSIPURA dengan bercermin pada perjalanan PERSIPURA selama Liga 1 ini sebaiknya memakai formulai 3-5-2 yang sedikit di modifikasi menjadi 3-5-1-1 dengan memberikan kesempatan MANDOWEN DUET DENGAN BOCI pasti seisi mandala akan meledak.

Permainan besok akan berjalan sedikit lambat sebab Barito Putra tidak akan main terbuka sebab Jacksen F. Tiago tidak mungkin mengambil resiko bermain dengan formula 4-3-3 yang biasanya dimainkan tim Barito Putra selama liga 1, yang sudah terbukti mengatarkan mereka ke peringkat 2 (dua) klasemen sementara.

Dengan tidak bermain terbuka anak asuh Jackson F. Tiago, dapat diprediksi sementara memakai formula 4-5-1, dimana Barito hanya menempatkan satu panah yaitu Marcel Sacramento sendirian untuk memanfaatkan serangan balik sebab Jackson pasti punya analisis tentang kelemahan pemain-pemain PERSIPURA kalau bermain dengan formula 4-3-3.

Analisis pertandingan besok PERSIPURA akan lari taralaku yang membuat seisi mandala lupa nama pengadil lapangan alias WASIT di pertandingan besok sore Sabtu 4 Agustus 2018.

Apa pendapat kamu...........

Thursday, August 2, 2018

KENAPA HARUS KAMBING ?

Teman-teman sebelum kita mendalami satu soal yang menarik untuk diungkapkan dalam latar yang tidak ada aroma negatif yang mencubit sebab tetesan airnya tidak terasa membasahi tubuh kawan-kawan semua. Namun anak negeri harus berpendapat........

Tidak ada yang perlu dicurigai apalagi sampai marah yang berlanjut sampai menimbulkan benjolan kebencian antara sesama anak negeri.

Membaca guntingan cepos jumat, 03 Agustus 2018 tentang bantuan bibit kambing itu perlu dipahami sebagai satu hal yang positif atau sebagai suntikan vitamin tambahan untuk memperbaiki ekonomi warga masyarakat penerima bibit kambing.

Berdasarkan informasi di atas, kawan-kawan coba kita analisis dengan memakai pendekatan budaya atau lebih terurai lagi kita bisa sebut pendekatan nilai hidup serta yang tidak kalah penting yaitu belajar dari sejarah perjalanan program tersebut sudah berhasil di wilayah Papua mana yang mau di replikasi ke Biak.

Jaringan nilai hidup kami terikat teramat sangat kuat dengan laut tidak dijadikan rujukan untuk pemerintah membangun dan mengembangkan KERAMBAH APUNG di sektor perikanan laut sementara sektor peternakan yang dikembangkan lebih pas itu ternak BABI sebab berdasarkan hasil penelitian Biak paling cocok juga untuk pengembangan ternak BABI.
Apa pendapat mu.............?

Monday, July 30, 2018

QUALITAS GORENGAN POLITIK PAPUA 2019 ?


Kepasar jualan pisang dan membeli pisang goreng memunculkan soal apa susahnya buat pisang goreng...jawabannya pasti mudah bagi mereka yang terdidik, namun susah bagi mereka yang lulusan kelas tiga sekolah dasar bahkan lebih rumit bagi mereka yang tidak pernah menyentuh bangku sekolah.

Tema kita kali ini berkaitan dengan gorengan. gorengan yang dimaksudkan adalah gorengan politik yang belum gurih alias analisisnya perlu ditambahkan bumbu dari yang bukan selingkungan ilmu biar semakin menarik karena ada warna-warni pemikiran untuk perubahan demokrasi yang masih tak sejalan.

Membaca di beberapa media baik cetak maupun online begitu banyak memunculkan issu politik 2019 yang sifatnya daur ulang saja atau issu ganti baju dengan memanfaatkan media untuk mengorengkan lebih gurih agar masyarakat terperangkap dalam jebakan untuk menjatuhkan pilihan di 2019 nanti.

Meminjam pesan yang diaminkan musikus terbaik Indonesia yang sudah mendunia di zamannya yaitu EBiET yang memberikan pesan bahwa "Kita benar-benar harus telanjang" pesan ini sebelum di analisis lebih jauh, maka penah ini inggin meminta injin salah karena secara garis besarnya atau sarinya adalah kita benar-benar harus selalu dan selau bercermin seperti beningnya embun pagi yang belum tersentuh debuh jalan.

Daur ulang issu sebagai jualan politik sebenarnya sudah tidak layak digunakan sebab model jualan yang mau disuarakan kembali itu pada masa lalu tidak berjalan sesuai dengan janji-janji kampanye sebab perahu yang digunakan membutuhkan biaya besar untuk tetap bertahan hidup.

Perjalanan demokrasi selama ini masih berada pada kategori abu-abu menuju hitam pekat sebab Tuhan belum memberikan kita pemimpin yang terbaik di zaman ini sebut saja seperti Ahok mantan gubernur DKI Jakarta yang mampu menjelankan program yang digerakan oleh misi.

Tahun ini lihat banyak pemimpin yang sudah terkena kasus ini dan itu masih juga tampil menyuarakan issu good governance yang diangkat sebagai produk unggulan untuk pertandingan 2019.

PERSIPURA KALAH KARENA FAKTOR USIA PEMAIN

Sis dan Bro analisis kita kali ini berkait dengan usia dalam olah raga yang banyak sekali menguras energi dan tenaga yaitu SEPAK BOLA. Pada halam koran ternama seukuran Papau sebut saja CEPOS-31-07-2018 memberikan informasi yang cukup menarik berkaitan dengan KEKALAHAN PESIPURA VS PERSELA itu katanya berdasarkan analisis di sebabkan faktor usia pemain di atas 30 tahun ada sebanyak 7 orang pemain.
Menurut para analisis kekalahan Persipura disebabkan karena usia yang membuat menurunya daya juang mereka atau dengan kata lain 7 pemain persipura sudah harus gantung sepatu alias pensiun dari lapangan hijau.

Analisis tersebut bisa menghasilkan jawaban SETUJU dan JUGA TIDAK SETUJU dengan faktor usia yang menyebabkan PERSIPURA menelan kekalahan dari PERSELA sebab banyak variabel X yang ikut juga memberikan kontribusi dalam sebuah tim.

Analisis usia dalam sepak bola, mari kita coba secara bersama-sama melihat Maldini di Ac Milan yang bermain bola melebihi usia normal atau ideal seorang pemain bola......Bagaimana pendapat Sis & Bro melihat issu usia.....jawabannya pasti bisa benar dan bisa juga salah.

Regenerasi dalam sebuah tim sepak bola itu sudah patut dilakukan agar tim tetap kompetitif di setiap musim, namun yang harus kita catat bahwa sepak bola sudah di kelola memakai konsep manajemen bisnis yang menyebabkan pelatih selalu berhati-hati memasang pemain yang masih minim jam terbangnya karena liga sudah berjalan.

Sebelum analisis tralaku dengan formula 1k-2g untuk kopi tubruk pertama sekali meminta ijin salah untuk memberikan catatan sebagai penikmat bola persipura yang dibelikan karcis baru mau nonton.

SIAPA PEMILIK BUAH PISANG


Mata Pena. Bangun pagi ku turut mama ke pasar jualan pisang dan membeli pisang goreng, lagu ini dinyanyikan berulang-ulang karena sudah menjadi kebiasaan hidup sebab masa lalu merupakan rujukan terbaik buat generasi berikut, itulah HUKUM ALAM. Ada informasi yang menarik namun kurang mencubit para pengantar suara warga yang perlu dihadirkarkan kembali sebagai bahan renungan kita bersama sebab katanya membangun dengan HATI kalau sudah pilih. Keripik pisang dengan merek ADI berbahasan dasar buah pisang dari SORONG sudah sedikit mendunia alias masuk pasar luar tempat produksi yang patut kita acungkan jembol karena sudah sedikit ikut mempromosikan yang sebenarnya bukan tupoksi seorang pengusaha kripik pisang tersebut. Semakin menarik untuk ditelusuri lebih jauh berkait siapa saya pemain di rantai nilai buah pisang yang menghasilkan kripik ADI tersebut, kita semua pasti menduga-duga bahwa bahan bakunya berasal dari wilayah-wilayah sekitar Sorong ataukan di datangkan dari luar Sorong itu semua bisa benar dan bisa juga salah sebab kita tidak punya data yang pasti. Pertanyaan besar yang harus di pecahkan bersama adalah Siapa saja pemain di rantai nilai KRIPIK PISANG ADI......mulai dari hulu sampai hilir.......Sis & Bro yang mau berjuang untuk warga kamu akan mulai dari mana.....

Sunday, July 29, 2018

ADA APA DENGAN PERSIPURA



sumber : google.com

Kalah menang dalam sebuah pertandingan itu HUKUM ALAM, namun perlu juga untuk kita membuat analisis tentang soal nomor berapa yang belum dijawab dengan baik yang menyebabkan nilai akhir tidak diterima oleh pemain kedua belas.

Analisis tralaku kali ini mungkin pertama-tama kita harus meminta ijin salah terlebih dahulu sebelum membuat analisis pertandingan PERSELA VS PERSIPURA, dimana yang mau dianalisis adalah Tim Persipura yang turun dengan formula 4-3-3 yang kalau dilihat dari sejarah perjalanan Persipura selalu bermain dengan Formula klasik 3-5-2 yang dipadukan dengan permainan bola-bola pendek serta rasa kepapuaan yang teramat sanggat kuat sekali.

Persipura turun dengan formula 4-3-3 yang merupakan kesukaan hampir sebagian besar pelatih-pelatih asal Brasil, formula ini biasanya digunakan untuk memaksimalkan 3 (tiga) sampai 4 (empat) gelandang serang dan hanya tersisa 1 (satu) unjung tombak. formula ini berjalanan efektif kalau bek tengah disiplin menjalankan fungsinya.

Berdasarkan Formula 4-3-3, ijin salah kalau kita lihat pertandingan PERSELA VS PERSIPURA ada peran yang diberikan tim pelatih pada IAN KABES, untuk bermain sebagai gelandang serang belum dijalankan peran yang diberikan dengan baik sebab IAN KABES pemain sayap murni dan yang sebenarnya pelatih harus memberikan peran itu kepada MANDOWEN cerita pasti lain. 

Untuk pertandingan berikutnya tim pelatih diharapkan sudah bisa mendiaknosis apa sumbatan utama yang membuat PERSIPURA belum bisa bangkit.

Friday, May 11, 2018

PRESTASI DAN KEWAJIBAN : APA JAWABAN ANDA !



Mata Pena :arkam

Ombak memukul di tepian pantai, begitupula hati ini dukdak membaja guntingan media lokal ternama dipekarangan rumah ini, sebut saja CEPOS/11/MEI/2018 memuat berita yang teramat spetakuler sebab menjadi treding topik di hati para pemimpinan daerah yang telah meraih Opini WTP sebanyak 8 & WPD sebanyak 6, sementara daerah yang tidak termsuk kedalam pilihan di atas pasti bertanya-tanya mengapa dan bagaimana sampai kami tidak ambil bagian dalam daftar raport BPK RI. kalau memakai indikator kekinian.

Untuk yang tidak diberikan raport oleh BPK RI sebenarnya harus bersyukur bahwa pemberian opini sebenarnya bukan merupakan bagian dari Prestasi Kepala Daerah setempat, sebab opini itu sebenarnya merupakan Kewajiban dan Wajib Hukumnya untuk dilakukan Kepala Daerah dengan menjaga Keuangan Daerah dalam bentuk penyusunan program dan kegiatan selalu harus memperhatikan aspek kewajaran.

Kepala daerah yang belum mendapatkan Opini, sebenarnya memiliki banyak waktu untuk menata tata administrasi pemerintahan kearah yang lebih baik dengan membuat program yang digerakan oleh misi jauh lebih indah dibandingkan membuat program yang terkena jerat batman. 

Soal sebenarnya yang harus diselesaikan masing-masing kepala daerah adalah bagaimana membangun dan mengembangkan inovasi daerah seperti e-vilage di Bayuwangi. Inovasi daerah merupakan elemen kunci dalam mengedukasi warga masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan agar warga semakin mengerti arti transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang baik.

Tanpa adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan pemerintah daerah setempat jangan kita berharap memetik hasil yang baik sebab warga masyarakat dengan tingkat kemajuan yang berwarna-warni perlu dituntun agar mereka mengerti bahwa kalau pake harus ada laporan kepada yang memberikan uang itu.    
Persoalan lain yang belum terselesaikan sampai tahun ini yaitu apa otonomi khusus itu hanya mempersoalkan kewenangan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang banyak diperdebatkan para pakar dan analis yang muncul dadakan seakan-akan mewakili seluruh warga masyarakat. sedangkan masalah warga masyarakat tidak pernah disentuh dengan memberikan ruang yang cukup untuk menyuarakan kewenangan mereka. 

Kata Mereka (RF), Soal yang pwling terakhir itu seru dana otonomi, setelah saya lihat dan perhatikan dana otsus yg katanya 80% ke daerah itu hanya habisnsaja di belanja makan minum PNS bayar honor perjalanan dinas dll, hanya sebagian kecil yg turun ke masyarakat dalam bentuk kegiatan dan proyek, yg prokyek banyak yg tdk dikerjakan orang papua, saya kadang sedih kalo lihat RKA yg disusun, kenapa dana otsusu itu tdk disalurkan dgn baik, pertanyaan yg berikut saat apakah BPK menjadikan penyususnan RKA sebagai salah satu indikator pemberian WTP, karna banyak kegiatan yg tdk tepat.. sedih sekali... jd anggota dewan baru sa pangkas pengusulan dana2 yg tra jelass dan tepat sasaran..

Wednesday, April 18, 2018

ANALISIS TARA LAKU PERSIPURA YANG TUA MEMPERMUDA YANG MUDA

 sumber : google.com


Mata Pena : Arkam. Penulis statistik bisa membuat model yang menggambarkan kekuatan tim melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya model statistik. Bila mana modelnya baik akan lebih mudah untuk memahaminya.
 

Sebaliknya seorang sarjana olah raga dan pengamat serta mantan pemain persipura bisa juga membuat model yang sama untuk mengambarkan hengkangnya beberapa pemain persipura melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya analisis perjalanan perisipura pada liga satu musim ini.

Putaran pertama liga satu sudah saling kejar-kejaran angka lihat daftar klasemen sementara yang membuat para analis mulai tercecer dengan permainan data time series yang selalu memakai pola lama membombardir pikiran para pegiat olah raga lapangan hijau seantero Nusantara.

Membuat model memakai indikator finance dengan tidak begitu melihat ukuran data real time atau data kekinian, namun sudah membuat simpulan untuk  kandidat pemenangnya liga satu musim ini semua berada di pulau luar Papua, mulai sedikit memperbaiki catatan para analisis sebab daftar klasemen hari ini bergerak fluktuatif.

Masih ramai di perbincangkan hengkangnya beberapa pemain yang konon katanya sebagai pemain inti persipura. Hati-hati menggunakan kata “inti”, hal ini menjadi catatan penting untuk manajemen yang sedang membangun keunggulan yang menurut analisi sementara penulis keunggulan yang dibangun ini sedang digerakan oleh sharing resources tua ke muda atau saling memanfaatkan resources.

Analisis ini, datang dari yang tidak pernah bersentuhan dengan rumput bahkan menyentuh kulit bundar sedikit pun tidak, namun analisis kuli tinta ini mewakili mereka yang tdak bersuara, namun tetap hadir sebagai pemain ke dua belas persipura.

Tiga dari empat pemain ke dua belas punya persepsi persipura mampu mengarungi liga satu dengan strategi yang baru, sebab tanda-tanda itu sudah mulai terlihat di klasemen hari ini, mutiara hitam Persipura sudah mulai membuat pengakuan bahwa mutiara hitam Persipura bermental juara.

Sharing resources tua ke muda, mungkin merupakan formulasi baru untuk tetap menjaga asa menjadi pemenang liga satu musim ini. Perubahan strategi di lapangan hijau selalu cepat, bahkan munculnya sering kali tidak terduga.

Misalnya putaran delapan besar liga champion antara AS Roma VS Barcelona, semua analis membuat model sedikit melenceng jauh sebab As Roma sedikit pintar memainkan formulasi strategi 3-5-2 untuk menyerang sementara formulasi 5-3-2 sebagai strategi bertahan kalau pena tidak salah menulis.

Putaran liga satu sudah berjalan dan pemenangnya mulai terlihat sebab mutiara hitam Persipura sudah mulai sedikit membuat analis kuli tinta, mulai mengkoreksi catatan mereka dengan memasukan mutiara hitam Persipura yang merupakan kolaborasi atau saling memanfaatkan antar tua muda yang penulis sebutkan sharing resources tua ke muda

Membangun dalam satu culture Papua yang selalu diunggulkan dalam perjalanan sepak bola tanah air, namun kita perlu ketahui bahwa mereka kuat karena totalitas dukungan masyarakat papua sebagai pemain kedua belas serta ada spirit rasa keluarga dalam satu tungku satu rumah adat Papua.

Yang menarik dari mutiara hitam Persipura adalah bagaimana manajemen dan tim pelatih membangun tim impian dengan keputusan yang tepat dalam mengambil pemain sesuai kebutuhan tim serta diperkuat spirit culture Papua yang dibangun sporter sebagai pemain ke dua belas dalam tim inti.   

Langkah yang diambil manajemen dalam membangun tim impian adalah KEPUTUSAN yang diambil dalam memilih calon bintang mutiara hitam perlu diperhatikan pemberian stempel “Inti” sebab surga kecil yang tete manis kase ini menyimpan milyaran warna wari pelangi hidup yang akan terus melahirkan mutiara hitam Persipura masa kini dan masa yang akan datang.

Membangun dan mengembangkan tim mutiara hitam Persipura yang digerakan misi lebih penting sebab akan memberikan nilai lebih kepada tim manajemen bersama tim pelatih dalam menentukan arah bagi tim impian, hal ini perlu diberikan garis bawah agar pemain yang terpilih benar-benar solit serta memiliki dedikasi tinggi untuk menjaga dan merawat rasa kekeluargaan dalam bentuk saling memanfaatkan resources.

Seringkali alasan utama tim tidak dapat mencapai sasaran karena para pemain tidak mendefinisikan dengan jelas apa sumbangsinya untuk tim sebab ada stempel inti, yang membuat para pemain belum begitu serius memahami apa rencana permainan serta kerangka tim yang di siapkan tim pelatih 

Sementara analisis yang lain, tim belum dapat mencapai sasaran sebab manajemen dan tim pelatih belum berjalan maksimal sebab ada partisi antara tim Inti dan tim lapis kedua yang membuat program kerja yang digerakan misi sedikit tersendat.


Guntingan liga champion antara AS Roma VS Barcelona, mungkin bisa menghasilkan satu titik yang amat jelas dimana ke dua tim yang terdiri dari sebelas orang memiliki tujuan yang sama untuk mencetak gol dan sebaliknya mereka juga harus mempertahankan gawang mereka untuk tidak kebobolan dari tim penyerang lawan.  
Pertandingan AS Roma VS Barcelona, masih meninggalkan informasi sebagai sumber bacaan tentang sebuah racikan rumusan strategi yang perlu dipadukan dengan informasi disekitar lapangan hijau.
Kita semua tahu bahwa untuk mengalahkan tim sekelas Barcelola itu teramat sulit, namun dengan sedikit kepintaran pelatih membangun dan meracik model yang digerakan misi bersama yaitu menyerang 3-5-2 serta bertahan 5-3-2 membuahkan hasil Barcelona tumbang dari As Roma. 

Membangun sebuah tim impian tentu membutuhkan waktu, namun apa yang kita lihat hari ini mutiara hitam Persipura yang diarsitek Butler asal Inggris sudah membuat pemain ke dua belas mutiara hitam Persipura mulai menulis. 
Mereka membuat gambaran perjalan mutiara hitam Persipura di liga satu akan berjalan dengan baik sebab tim manajemen dan tim pelatih telah mengambil keputusan terbaik untuk membangun tim impian sebab ada sharing resources atau saling memanfaatkan resources tua mempermuda yang muda sudah mulai terlihat pada beberapa laga mutiara hitam Persipura. Otot saja tidak cukup. @arkam

Thursday, March 15, 2018

SULAWESI DI SORONG RAYA

Perjalanan sorong maybrat dan sorong selatan yang merupakan dua wilayah pemekaran kabupaten sorong, Anda akan dimanjakan pemandangan alam yang luar biasa indahnya mulai dari klamano menimbulkan tanda tanya tugas apa yang akan Anda buat sebagai seorang pemimpin yang waktu kampanye katanya mensejahterakan masyarakat.

Kiri dan kanan badan jalan tumbuh semak belukar yang belum disentuh dan apabila disentuh akan menghasilkan nilai lebih buat masyarakat disepanjang sorong maybrat dan sorong selatan yang diperkirakan akan memperkecil ketergantungan masyarakat pada bantuan pemerintah pusat maupun daerah.

Belajar dari sulawesi, negeri diseberang lautan merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang luas Kabupaten yang mungkin tak seluas wilayah sorong pada umumnya, namun wilayah sulawesi sebagai pemain utama komoditi Kakao Indonesia.

Sunday, November 10, 2013

TITIK API MEMBAKAR PETA INDONESIA.



TITIK API MEMBAKAR PETA INDONESIA.


Pembentukan Papua menjadi 2 (dua) bagian membuat orang Papua mendiami 2 (dua) wilayah administrasi pemerintahan yaitu Papua di Jayapura dan Papua Barat di Manokwari. Pembagian wilayah inilah yang membuat terbentuknya persaingan lokal antar wilayah semakin tidak sehat dengan harga yang harus dibayar adalah longarnya budaya Papua.

Pemekaran papua dilakukan dengan kajian utama menjaga keutuhan peta Indoneia dari ancaman kebakaran, karen orang Papua setiap hari, setiap detik melakukan lobi-lobi politik mencari dukunggan Internasional beralasan karena terjadi pelangaran ham besar dan perampasan hak masyarakat pribumi akan sumber daya alam mereka yang sampai saat ini belum diselesaikan Jakarta.

Ketidak puasan ini mulai diperparah dengan pembentukan daerah otonom baru (DOB) yang secara sporadis dilakukan Jakarta tanpa melihat aspek-aspek ekonomi. Hal ini dikarenakan ada desakan politik dalam menjaga keutuhan peta Indonesia dari titik api yang mulai dan akan sedang membakar peta Indonesia.

Anak Papua saat ini mereka adalah generasi mudah yang bertransformasi dari anak kampung menjadi anak terdidik mulai mengeliat memperjuangkan hak-hak hidup orang Papua dalam mencari pengakuan atas tanah mereka secara universal.

Dalam kaitan itu memebaca selebaran mahasiswa Papua yang tergabung dalam forum Kualisis Mahasiswa Papua Bangkit (KMPB), untuk melakukan aksi demo damai Senin tanggal 07/10/2013 menarik untuk disimak serta ditelah dalam latar alamiah agar kacamata masing-masing individu tidak memunculkan sebuah stikma negatif tentang aksi sosial mahasiswa adalah muatan politis dan tidak murni memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua secara utuh.

Agenda demo mahasiswa berkaitan dengan pembentukan daerah otonom baru (DOB), KKN dengan cara yang sistematis membangun dinasti politik  yang menyebabkan demokrasi tidak berjalan baik. Hal ini bisa dilihat pemekaran wilayah baru dilaksanakan hanya untuk mempertahankan distribusi ekonomi dan kekuasaan kelompok-kelompok tertentu karena sistem kepemimpinan yang dibangun menurut kacama penulis berbentuk kepemimpinan komunal dimana seseorang yang berasal dari kelompok kepentingan menjadi pemimpin yang terutama diperhatikan adalah kelompoknya dalam hal distribusi ekonomi alias pendapatan sementara masyarakat hanya menjadi objek semata.

Dalam  memasuki era globalisasi dan otonomi khusus sebagai sarana untuk menjembatani  masyarakat Papua mengejar mimpi menjadi tuan di tanah sendiri dirasakan belum berjalan dengan baik ini dikarenakan konsep pembangunan semua wilayah Papua diseragamkan yang pada akhirnya tidak berjalan, misalnya kesehatan : tingginya tingkat kematian ibu, tingginya tingkat kematian bagi, tingginya status kurang gizi, tingginya penyakit menular : malaria, HIV-Aid, sementara masalah pendidikan : masih tingginya anak putus sekolah, butah aksara, tingginya anak usia sekolah yang tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi, itu pun masih sama dengan pembangunan infrastruktur dasar misalnya akses masyarakat mendapatkan air bersih, penerangan dan lain-lain.

Fenomena ini apabila di hubungkan dengan aksi-aksi mahasiswa menolak otonomi khusus memang mutlak harus diterima dan perlu ada kesadaran kolektif pemerintah Jakarta dengan Papua bahwa tuntutan perubahan merupakan sebuah keharusan untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan pemerintahan agar tujuan otonomi khusus bisa berjalan sesuai yang diharapkan bersama dan mungkin sangat penting memadamkan titik api yang sedang terus membakar peta Indonesia.

(Arius Kambu, Ekonomi Uncen)

Friday, November 8, 2013

Papua Ethnic Culture




Influence of Leader-Member Exchange, Perceived Organizational Support, Papua Ethnic Culture and Organizational Citizenship Behavior toward Employee Performance of Workers in Papua Provincial Secretary Office
(dimuat di Journal of Business and Management (IOSR-JBM, India 2012)

Abstract: Objective for this study is to analyze and finding out the influence of leader-member exchange, perceived organizational support and culture (Papua ethnic culture) toward organizational citizenship behavior and its impact toward employee’s performance. Access sample consist of 300 Papua-ethnic employees which has the opportunity to work for Papua Provincial Secretary Office. This study used statistical descriptive analysis to determine characteristic of respondent for each variables indicator. Meanwhile, to test relationship between variables, statistical descriptive analysis method and SEM with AMOS 6 approach was used. Result from this study has proven that good leader-member exchange is not yet able to form organizational citizenship behavior and improving employees’ performance. For organizational support perception, culture (Papua ethnic culture) in partial is able to improving employees’ performance through organizational citizenship behavior. In additional, results also showed that in order to enhance work discipline and better work ethos of employees, leader should consider local culture, communication and work commitment factors.

Key Words: Leader-Member Exchange, Papua Ethnic Culture, Organizational Citizenship Behavior, Perceived Organizational Support, Employees Performance

(Arius Kambu, Ekonomi Uncen)

MENCARI MAYBRAT

Merauke Undercover

arkam Merauke selalu tampil manis di mata orang luar. Kota rusa, kota datar, kota paling timur negeri. Tapi itu hanya kulit luar topeng yang...