Waktu itu adalah masa depan sebab waktu harus di manajemen dengan baik agar masa depan bisa dijalani dengan baik. dalam cerita kita kali ini mengangkat tema "WAKTU" karena selalu akan berkaitan dengan biaya karena ada belanja kesehatan WAKTU SAKIT.
Gambar punya cerita, maka Gambar yang mau diceritakan ini merupakan sesuatu yang unik sebab hadir di depan rumah sakit ternama dengan menawarkan produk yang kalau mau ditarik lebih jauh ke lingkungan ilmu medis yang diperoleh dibangku kuliah maka sudah parti menghadirkan pro dan kontra.
Tema utama yang diangkat yaitu "SPESIALIS MENDETEKSI SEGALA PENYAKIT" yang kalau digambarkan fenomena ini dengan kata Alberth Einstein yang berbunyi demikian "Jika fakta tidak sesuai dengan teori, rubahlah faktanya".
Timbul pertanyaan yaitu Apakah ramuan herbal bisa mengalahkan dokter spesial tentu jawaban bisa ya dan bisa juga tidak kalau para pembaca melihat memakai kaca mata Einstein, maka fakta harus dirubah sebab tidak sesuai dengan teori di dunia kedokteran.
Perang pemasaran dalam bisnis jasa kesehatan sudah berjalan menutut frekuensinya masing-masing. sementara persoalan yang dihadapkan masyarakat dengan pendidikan pas-pasan sudah pasti memilih yang murah karena rendahnya kemampuan belanja kesehatan.
Apa Pendapat Mu......
"MENCARI MAYBRAT" : adalah pondok pelunasan utang yang berisi kumpulan berbagai tulisan dan jurnal saya tentang masyarakat dan kebudayaan Papua serta suara ekonomi jalanan, psikologi sosial. Proses pengeksplorasi ide dan opini saya dalam merajut satu tungku dalam satu rumah adat Papua sebagai jendela pondok kebahagiaan.(Verba Volant, Scripta Manent : kata-kata dapat sirna, tulisan mengabadikan). Semoga bermanfaat.
Sunday, August 12, 2018
GURITA BISNIS DI FREEPORT PAPUA ?
Gambar bercerita, maka Gambar ini menjelaskan 21 negara punya kepentingan bisnis yang sudah menggurita di Perusahaan Freeport Papua. Sengketa Bisnis terus akan terjadi, mengapa sengketa akan terus terjadi karena struktur ekonomi sudah susah untuk terurai.
Coba kita bayangkan berapa jumlah perusahaan yang datang dari 21 negara di atas, yang ditambah dengan perusahaan plat merah Indonesia maupun swasta nasional indonesia dengan anak perusahaan masing-masing.
Sementara pengusaha OAP yang ikut bermain di dalamnya mungkin dihitung dengan jari saja.....kalo sudah begitu baru OAP yang modal golongan ekonomi lemah mau dapat apa di Perusahaan Freeport Papua.
Analisis lebih lanjut PT Inalum di Kase 51 persen saham Freeport yang dalam perjalanan apa bisa bertahan menghadapi gesekan 21 Negara di tanah Papua kalo pendekatan pengamanan petah Papua di munculkan sebagai filter untuk meredam berbagai bentuk kegiatan yang di sponsori langsung 21 negara dengan mengusung issu M.
Digoreng issu M dengan menggunakan segala sumber daya yang dimiliki sebagai sejata utama dalam menembak titik yang disebut M sebagai jalan masuk utama untuk merebut kembali 51 persen saham yang diberikan kepada pemerintah daerah lewat PT. Inalum
Selamat merenung nasib mu yang malang dengan tingkat kemajuan yang masih sanggat terbatas diberikan 10 persen saham melalui perantara pemerintah daerah Papua yang peruntuntukan belum jelas antara pemerintah daerah mimika dan provinsi papua di sisi lain belum ada aturan main yang jelas antara Inalum dan Pemerintah Daerah untuk tatakelola 10 persen saham yang diberikan itu.
Apa Pendapat Kamu.........!
Digoreng issu M dengan menggunakan segala sumber daya yang dimiliki sebagai sejata utama dalam menembak titik yang disebut M sebagai jalan masuk utama untuk merebut kembali 51 persen saham yang diberikan kepada pemerintah daerah lewat PT. Inalum
Selamat merenung nasib mu yang malang dengan tingkat kemajuan yang masih sanggat terbatas diberikan 10 persen saham melalui perantara pemerintah daerah Papua yang peruntuntukan belum jelas antara pemerintah daerah mimika dan provinsi papua di sisi lain belum ada aturan main yang jelas antara Inalum dan Pemerintah Daerah untuk tatakelola 10 persen saham yang diberikan itu.
Apa Pendapat Kamu.........!
Sunday, August 5, 2018
KOPI PAPUA SETENGAH HIDUP ?
Potensi ekonomi Papua luar biasa bila dilihat dari luas wilayah baik darat laut dan udara serta yang tidak kalah istime dibawah perut bumi yang tete manis sudah kasih buat warga Papua. sementara bila dilihat dari potensi lain yang belum dikelola juga yaitu matahari yang dikase warga papua lihat pertama kali ditambahkan dengan banjir yang belum juga dikelola dengan baik.
Berangkat dari gambaran luas wilayah Papua yang katanya menurut cerita orang kebanyakan memiliki luar wilayah dua kali pulau jawa ini memunculkan soal yang belum diselesaikan atau mungkin terlewatkan untuk di selesaikan yaitu komoditas pertanian dalam arti luar di dalamnya perkebunan yang dapat dijadikan materi cerita kali ini.
Komoditas yang di maksudkan penulis adalah KOPI PAPUA yang diangkat dengan melihat publikasi CEPOS dengan menulis 14 Kedai dan 11 Petani Kopi Ramaikan Festival Kopi, ini merupakan kegiatan yang sangat menarik dengan membentuk 25 stand yang didukung penuh Bank Indonesia serta Pemerintah Provinsi Papua.
Sebelas pemain dalam komoditas kopi datang dari wilayah Wamena, Serui, Oksibil, Timika, Lanny Jaya dan Yahukimo yang mungkin secara garis besar sebagai petani kopi atau pemain tingkat lokal sementara sektor hilirnya ada sebelas pemain yang berasal dari kota jayapura.
Tata kelola rantai nilai komoditas kopi Papua masih harus diperbaiki sebab harga kopi di tingkat petani sangat rendah karena pemicunya sistem distribusinya yang masih jelek,dikatakan jelek sebab masih ada saja pemain tingkat lokal yang mengoreng harga beli di petani kopi.
Berbicara rantai nilai, berarti kita bersepakat peran pemerintah hadir dimana dan lembaga keuangan hadir dimana itupun dengan para pemain di hilir duduk bersama bersepakat agar sama-sama senang. kesepatan pemangku kepentingan atau dalam tulisan ini disebut para pemain dalam rantai nilai kopi perlu bekerja bersama-sama agar produksi kopi tetap terjaga.
Persoalan klasik yang selama ini terjadi di hampir seluruh wilayah Papua adalah pemerintah selalu doyan serimonial dengan ikut pameran baik tingkat lokal maupun nasional hanya sebatas mengkampanyekan keunggulan daerah Papua yang tidak ada tindak lanjutnya untuk membangun dan mengembangkan potensi yang benar-benar sudah memberi hasil seperti kopi Papua.
Apa pendapat kamu........
Persoalan klasik yang selama ini terjadi di hampir seluruh wilayah Papua adalah pemerintah selalu doyan serimonial dengan ikut pameran baik tingkat lokal maupun nasional hanya sebatas mengkampanyekan keunggulan daerah Papua yang tidak ada tindak lanjutnya untuk membangun dan mengembangkan potensi yang benar-benar sudah memberi hasil seperti kopi Papua.
Apa pendapat kamu........
Saturday, August 4, 2018
ANALISIS TRALAKU SEPAK BOLA PAPUA SEDIKIT MATI
Issu
yang dilemparkan atau pertanyaan yang dilemparkan adalah Mengapa tanah
papua hanya bisa menyumbangkan empat club untuk liga teratas di
Indonesia sebut saja PERSIPURA dan PERSERU bermain di liga 1 sementara
YAHUKIMO FC & PSB BIAK bermain di liga 2. Informasi ini menimbulkan
pertanyaan lanjutan untuk di analisis adalah siapa yang perlu
disalahkan?.
Informasi yang diungkapkan di atas, sudah sedikit
memberikan simpulan bahwa pemerintah daerah di seantero wilayah Papua
tidak begitu serius menata dan mengelola olah raga yang banyak digemari
warga ini sebagai peluang daerah untuk melahirkan sumber pedapatan baru
pada daerah.
Begitu menjamurnya sekolah sepak bola yang dikelola
secara swadaya sampai yang dikelola pemerintah daerah mau di salurkan
kemana ketika anak-anak tersebut sudah matang, mari kita lihat pulau
jawa timur, dimana kelebihan mereka dibandingkan dengan tanah Papua.
Informasi ini coba dihadirkan sebagai menu sarapan bagi para pengiat
olah raga yang cukup mendunia ini, bila dilihat kembali zaman
perserikatan ada beberapa club di Papua yang memiliki nama besar sebut
saja PERSEMAN MANOKWARI, PERSIS SORONG, PERSIMER MERAUKE, PERSIFA
FAK-FAK, PSB BIAK, PERSIDAFON dan PERSIPURA JAYAPURA. PERSINAB NABIRE.
Berangkat dari informasi ini bisa juga memberikan simpulan bahwa
PERIPURA memiliki nama besar itu semua karena ada sering sumber daya
atau lebih tepatnya kolaborasi kekuatan tanah Papua untuk berlomba
dengan kawan-kawan di pulau yang nunjauh di ambon, sulawesi, jawa,
sumatra, kalimatan dan balik karena spirit yang diperjuangan hanya harga
diri dan martabat orang Papua.
Kita punya perusahaan gas di
Bintuni, Pabrik Semen di Manokwari dan beberapa perusahaan besar lainnya
serta ditambahkan dengan pengusaha-pengusaha lokal Papua sebenarnya
sudah bisa membantu dengn cara PERTAMA pemerintah daerah perlu membangun
atau menyusun strategi dengan membuat program kerja yang jelas disertai
dengan ukuran-ukuran yang jelas pula, maka sponsor atau uang akan
datang sendiri; KEDUA, pemerintah daerah perlu sekali menyiapkan lahan
untuk pembangunan stadion sepak bola.
KETIGA, pemerintah daerah
harus menempatkan posisi sebagai seorang tenaga penjual untuk bagaimana
menjual daerah ini kepada investor untuk masuk menanam modalnya pada
sektor-sektor yang menjadi keunggulan daerah masing-masing. misalnya
fokus kita para wisata berarti semua sumber daya digerakan untuk memberi
rasa aman bagi mereka yang mau berinvestasi di sektor ini.
Persoalan lain yang menarik untuk di lakukan analisis adalah posisi
pemerintah daerah dimana ketika lapangan sepak bola mulai digugat
pemilik hak ulayat, lapangan sepak bola ditanam pohon tembok, lapangan
sepak bola dijadikan black market, lapangan sepak bola dijadikan tempat
pembuangan akhir sampah dan masih banyak dialih fungsikan.
Sepak
bola mulai menjadi barang mahal sebab harus main ditanah lapang atau
bermain di atas trotoar jalan seperti kata IWAN FLAS sebab yang gratis
hanya ada dijalanan. dimana dan kemana para pemimpin harus memecahkan
soal ini, sebab sudah semakin besar benjolannya yang siap-siap
memuntahkan aroma tak sedap pada manajemen tata kelola sepak bola papua.
Apa pendapat kamu..........?
Friday, August 3, 2018
ANALISIS TRALAKU PERSIPURA VS BARITO PUTRA
Analisis taralaku yang mungkin bisa melenceng jauh dari harapan
pemain kedua belas PERSIPURA yang lagi melakukan meditasi dan berdoa
meminta petujuk atau bisikan alam untuk peristiwa apa yang akan terjadi
di Mandala Esok sore......
Para pengamat bola mulai dengan
membangun model A sampai Z melalui berbagai pengujian untuk bisa
mendapat bocoran formula para tim pelatih memiliki kesamaan dengan
analisis atau tidak.
Sebelum
dianalisis lebih jauh berkait formula apa yang tepat digunakan dengan
memaksimalkan jumlah pemain PERSIPURA yang ada, maka tim pelatih perlu
sekali menyiapkan pemain nomor 9 sebagai solusi kalau bermain dengan
formula 4-3-3, namun perlu digaris bawahi bahwa bek tengah PERSIPURA
harus bekerja ekstra dan disiplin tinggi.
Masih berkaitan dengan
formula di atas, maka ijin salah untuk memberikan analisis yang
sebaiknya digunakan PERSIPURA dengan bercermin pada perjalanan PERSIPURA
selama Liga 1 ini sebaiknya memakai formulai 3-5-2 yang sedikit di
modifikasi menjadi 3-5-1-1 dengan memberikan kesempatan MANDOWEN DUET
DENGAN BOCI pasti seisi mandala akan meledak.
Permainan besok
akan berjalan sedikit lambat sebab Barito Putra tidak akan main terbuka
sebab Jacksen F. Tiago tidak mungkin mengambil resiko bermain dengan
formula 4-3-3 yang biasanya dimainkan tim Barito Putra selama liga 1,
yang sudah terbukti mengatarkan mereka ke peringkat 2 (dua) klasemen
sementara.
Dengan tidak bermain terbuka anak asuh Jackson F.
Tiago, dapat diprediksi sementara memakai formula 4-5-1, dimana Barito
hanya menempatkan satu panah yaitu Marcel Sacramento sendirian untuk
memanfaatkan serangan balik sebab Jackson pasti punya analisis tentang
kelemahan pemain-pemain PERSIPURA kalau bermain dengan formula 4-3-3.
Analisis pertandingan besok PERSIPURA akan lari taralaku yang membuat
seisi mandala lupa nama pengadil lapangan alias WASIT di pertandingan
besok sore Sabtu 4 Agustus 2018.
Apa pendapat kamu...........
Thursday, August 2, 2018
KENAPA HARUS KAMBING ?
Teman-teman sebelum kita mendalami satu soal yang menarik untuk
diungkapkan dalam latar yang tidak ada aroma negatif yang mencubit sebab
tetesan airnya tidak terasa membasahi tubuh kawan-kawan semua. Namun
anak negeri harus berpendapat........
Tidak ada yang perlu
dicurigai apalagi sampai marah yang berlanjut sampai menimbulkan
benjolan kebencian antara sesama anak negeri.
Membaca guntingan cepos jumat, 03 Agustus 2018 tentang bantuan bibit kambing itu
perlu dipahami sebagai satu hal yang positif atau sebagai suntikan
vitamin tambahan untuk memperbaiki ekonomi warga masyarakat penerima
bibit kambing.
Berdasarkan informasi di atas, kawan-kawan coba kita analisis dengan memakai pendekatan budaya atau lebih terurai lagi kita bisa sebut pendekatan nilai hidup serta yang tidak kalah penting yaitu belajar dari sejarah perjalanan program tersebut sudah berhasil di wilayah Papua mana yang mau di replikasi ke Biak.
Jaringan nilai hidup kami terikat teramat sangat kuat dengan laut tidak dijadikan rujukan untuk pemerintah membangun dan mengembangkan KERAMBAH APUNG di sektor perikanan laut sementara sektor peternakan yang dikembangkan lebih pas itu ternak BABI sebab berdasarkan hasil penelitian Biak paling cocok juga untuk pengembangan ternak BABI.
Apa pendapat mu.............?
Berdasarkan informasi di atas, kawan-kawan coba kita analisis dengan memakai pendekatan budaya atau lebih terurai lagi kita bisa sebut pendekatan nilai hidup serta yang tidak kalah penting yaitu belajar dari sejarah perjalanan program tersebut sudah berhasil di wilayah Papua mana yang mau di replikasi ke Biak.
Jaringan nilai hidup kami terikat teramat sangat kuat dengan laut tidak dijadikan rujukan untuk pemerintah membangun dan mengembangkan KERAMBAH APUNG di sektor perikanan laut sementara sektor peternakan yang dikembangkan lebih pas itu ternak BABI sebab berdasarkan hasil penelitian Biak paling cocok juga untuk pengembangan ternak BABI.
Apa pendapat mu.............?
Monday, July 30, 2018
QUALITAS GORENGAN POLITIK PAPUA 2019 ?
Kepasar jualan pisang dan membeli pisang goreng memunculkan soal apa susahnya buat pisang goreng...jawabannya pasti mudah bagi mereka yang terdidik, namun susah bagi mereka yang lulusan kelas tiga sekolah dasar bahkan lebih rumit bagi mereka yang tidak pernah menyentuh bangku sekolah.
Tema kita kali ini berkaitan dengan gorengan. gorengan yang dimaksudkan adalah gorengan politik yang belum gurih alias analisisnya perlu ditambahkan bumbu dari yang bukan selingkungan ilmu biar semakin menarik karena ada warna-warni pemikiran untuk perubahan demokrasi yang masih tak sejalan.
Membaca di beberapa media baik cetak maupun online begitu banyak memunculkan issu politik 2019 yang sifatnya daur ulang saja atau issu ganti baju dengan memanfaatkan media untuk mengorengkan lebih gurih agar masyarakat terperangkap dalam jebakan untuk menjatuhkan pilihan di 2019 nanti.
Meminjam pesan yang diaminkan musikus terbaik Indonesia yang sudah mendunia di zamannya yaitu EBiET yang memberikan pesan bahwa "Kita benar-benar harus telanjang" pesan ini sebelum di analisis lebih jauh, maka penah ini inggin meminta injin salah karena secara garis besarnya atau sarinya adalah kita benar-benar harus selalu dan selau bercermin seperti beningnya embun pagi yang belum tersentuh debuh jalan.
Daur ulang issu sebagai jualan politik sebenarnya sudah tidak layak digunakan sebab model jualan yang mau disuarakan kembali itu pada masa lalu tidak berjalan sesuai dengan janji-janji kampanye sebab perahu yang digunakan membutuhkan biaya besar untuk tetap bertahan hidup.
Perjalanan demokrasi selama ini masih berada pada kategori abu-abu menuju hitam pekat sebab Tuhan belum memberikan kita pemimpin yang terbaik di zaman ini sebut saja seperti Ahok mantan gubernur DKI Jakarta yang mampu menjelankan program yang digerakan oleh misi.
Tahun ini lihat banyak pemimpin yang sudah terkena kasus ini dan itu masih juga tampil menyuarakan issu good governance yang diangkat sebagai produk unggulan untuk pertandingan 2019.
Meminjam pesan yang diaminkan musikus terbaik Indonesia yang sudah mendunia di zamannya yaitu EBiET yang memberikan pesan bahwa "Kita benar-benar harus telanjang" pesan ini sebelum di analisis lebih jauh, maka penah ini inggin meminta injin salah karena secara garis besarnya atau sarinya adalah kita benar-benar harus selalu dan selau bercermin seperti beningnya embun pagi yang belum tersentuh debuh jalan.
Daur ulang issu sebagai jualan politik sebenarnya sudah tidak layak digunakan sebab model jualan yang mau disuarakan kembali itu pada masa lalu tidak berjalan sesuai dengan janji-janji kampanye sebab perahu yang digunakan membutuhkan biaya besar untuk tetap bertahan hidup.
Perjalanan demokrasi selama ini masih berada pada kategori abu-abu menuju hitam pekat sebab Tuhan belum memberikan kita pemimpin yang terbaik di zaman ini sebut saja seperti Ahok mantan gubernur DKI Jakarta yang mampu menjelankan program yang digerakan oleh misi.
Tahun ini lihat banyak pemimpin yang sudah terkena kasus ini dan itu masih juga tampil menyuarakan issu good governance yang diangkat sebagai produk unggulan untuk pertandingan 2019.
PERSIPURA KALAH KARENA FAKTOR USIA PEMAIN
Sis dan Bro
analisis kita kali ini berkait dengan usia dalam olah raga yang banyak
sekali menguras energi dan tenaga yaitu SEPAK BOLA. Pada halam koran
ternama seukuran Papau sebut saja CEPOS-31-07-2018 memberikan informasi
yang cukup menarik berkaitan dengan KEKALAHAN PESIPURA VS PERSELA itu
katanya berdasarkan analisis di sebabkan faktor usia pemain di atas 30
tahun ada sebanyak 7 orang pemain.
Menurut para analisis kekalahan Persipura
disebabkan karena usia yang membuat menurunya daya juang mereka atau
dengan kata lain 7 pemain persipura sudah harus gantung sepatu alias
pensiun dari lapangan hijau.
Analisis tersebut bisa menghasilkan jawaban SETUJU dan JUGA TIDAK
SETUJU dengan faktor usia yang menyebabkan PERSIPURA menelan kekalahan
dari PERSELA sebab banyak variabel X yang ikut juga memberikan
kontribusi dalam sebuah tim.
Analisis usia dalam sepak bola, mari
kita coba secara bersama-sama melihat Maldini di Ac Milan yang bermain
bola melebihi usia normal atau ideal seorang pemain bola......Bagaimana
pendapat Sis & Bro melihat issu usia.....jawabannya pasti bisa benar
dan bisa juga salah.
Regenerasi dalam sebuah tim sepak bola itu
sudah patut dilakukan agar tim tetap kompetitif di setiap musim, namun
yang harus kita catat bahwa sepak bola sudah di kelola memakai konsep
manajemen bisnis yang menyebabkan pelatih selalu berhati-hati memasang
pemain yang masih minim jam terbangnya karena liga sudah berjalan.
Sebelum analisis tralaku dengan formula 1k-2g untuk kopi tubruk pertama
sekali meminta ijin salah untuk memberikan catatan sebagai penikmat
bola persipura yang dibelikan karcis baru mau nonton.
SIAPA PEMILIK BUAH PISANG
Mata Pena. Bangun pagi ku turut mama ke pasar jualan pisang dan membeli pisang goreng, lagu ini dinyanyikan berulang-ulang karena sudah menjadi kebiasaan hidup sebab masa lalu merupakan rujukan terbaik buat generasi berikut, itulah HUKUM ALAM.
Ada informasi yang menarik namun kurang mencubit para pengantar suara warga yang perlu dihadirkarkan kembali sebagai bahan renungan kita bersama sebab katanya membangun dengan HATI kalau sudah pilih.
Keripik pisang dengan merek ADI berbahasan dasar buah pisang dari SORONG sudah sedikit mendunia alias masuk pasar luar tempat produksi yang patut kita acungkan jembol karena sudah sedikit ikut mempromosikan yang sebenarnya bukan tupoksi seorang pengusaha kripik pisang tersebut.
Semakin menarik untuk ditelusuri lebih jauh berkait siapa saya pemain di rantai nilai buah pisang yang menghasilkan kripik ADI tersebut, kita semua pasti menduga-duga bahwa bahan bakunya berasal dari wilayah-wilayah sekitar Sorong ataukan di datangkan dari luar Sorong itu semua bisa benar dan bisa juga salah sebab kita tidak punya data yang pasti.
Pertanyaan besar yang harus di pecahkan bersama adalah Siapa saja pemain di rantai nilai KRIPIK PISANG ADI......mulai dari hulu sampai hilir.......Sis & Bro yang mau berjuang untuk warga kamu akan mulai dari mana.....
Sunday, July 29, 2018
ADA APA DENGAN PERSIPURA

sumber : google.com
Kalah menang dalam sebuah
pertandingan itu HUKUM ALAM, namun perlu juga untuk kita membuat
analisis tentang soal nomor berapa yang belum dijawab dengan baik yang
menyebabkan nilai akhir tidak diterima oleh pemain kedua belas.
Persipura turun dengan formula 4-3-3 yang merupakan kesukaan hampir
sebagian besar pelatih-pelatih asal Brasil, formula ini biasanya
digunakan untuk memaksimalkan 3 (tiga) sampai 4 (empat) gelandang serang
dan hanya tersisa 1 (satu) unjung tombak. formula ini berjalanan
efektif kalau bek tengah disiplin menjalankan fungsinya.
Berdasarkan Formula 4-3-3, ijin salah kalau kita lihat pertandingan
PERSELA VS PERSIPURA ada peran yang diberikan tim pelatih pada IAN
KABES, untuk bermain sebagai gelandang serang belum dijalankan peran
yang diberikan dengan baik sebab IAN KABES pemain sayap murni dan yang
sebenarnya pelatih harus memberikan peran itu kepada MANDOWEN cerita
pasti lain.
Friday, May 11, 2018
PRESTASI DAN KEWAJIBAN : APA JAWABAN ANDA !
Ombak memukul di tepian pantai, begitupula hati ini dukdak membaja guntingan media lokal ternama dipekarangan rumah ini, sebut saja CEPOS/11/MEI/2018 memuat berita yang teramat spetakuler sebab menjadi treding topik di hati para pemimpinan daerah yang telah meraih Opini WTP sebanyak 8 & WPD sebanyak 6, sementara daerah yang tidak termsuk kedalam pilihan di atas pasti bertanya-tanya mengapa dan bagaimana sampai kami tidak ambil bagian dalam daftar raport BPK RI. kalau memakai indikator kekinian.
Untuk yang tidak diberikan raport oleh BPK RI sebenarnya harus bersyukur bahwa pemberian opini sebenarnya bukan merupakan bagian dari Prestasi Kepala Daerah setempat, sebab opini itu sebenarnya merupakan Kewajiban dan Wajib Hukumnya untuk dilakukan Kepala Daerah dengan menjaga Keuangan Daerah dalam bentuk penyusunan program dan kegiatan selalu harus memperhatikan aspek kewajaran.
Kepala daerah yang belum mendapatkan Opini, sebenarnya memiliki banyak waktu untuk menata tata administrasi pemerintahan kearah yang lebih baik dengan membuat program yang digerakan oleh misi jauh lebih indah dibandingkan membuat program yang terkena jerat batman.
Kepala daerah yang belum mendapatkan Opini, sebenarnya memiliki banyak waktu untuk menata tata administrasi pemerintahan kearah yang lebih baik dengan membuat program yang digerakan oleh misi jauh lebih indah dibandingkan membuat program yang terkena jerat batman.
Soal sebenarnya yang harus diselesaikan masing-masing kepala daerah adalah bagaimana membangun dan mengembangkan inovasi daerah seperti e-vilage di Bayuwangi. Inovasi daerah merupakan elemen kunci dalam mengedukasi warga masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan agar warga semakin mengerti arti transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang baik.
Tanpa adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan pemerintah daerah setempat jangan kita berharap memetik hasil yang baik sebab warga masyarakat dengan tingkat kemajuan yang berwarna-warni perlu dituntun agar mereka mengerti bahwa kalau pake harus ada laporan kepada yang memberikan uang itu.
Tanpa adanya pelatihan-pelatihan yang diberikan pemerintah daerah setempat jangan kita berharap memetik hasil yang baik sebab warga masyarakat dengan tingkat kemajuan yang berwarna-warni perlu dituntun agar mereka mengerti bahwa kalau pake harus ada laporan kepada yang memberikan uang itu.
Persoalan lain yang belum terselesaikan sampai tahun ini yaitu apa otonomi khusus itu hanya mempersoalkan kewenangan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang banyak diperdebatkan para pakar dan analis yang muncul dadakan seakan-akan mewakili seluruh warga masyarakat. sedangkan masalah warga masyarakat tidak pernah disentuh dengan memberikan ruang yang cukup untuk menyuarakan kewenangan mereka.
Kata Mereka (RF), Soal yang pwling terakhir itu seru dana otonomi, setelah saya lihat dan perhatikan dana otsus yg katanya 80% ke daerah itu hanya habisnsaja di belanja makan minum PNS bayar honor perjalanan dinas dll, hanya sebagian kecil yg turun ke masyarakat dalam bentuk kegiatan dan proyek, yg prokyek banyak yg tdk dikerjakan orang papua, saya kadang sedih kalo lihat RKA yg disusun, kenapa dana otsusu itu tdk disalurkan dgn baik, pertanyaan yg berikut saat apakah BPK menjadikan penyususnan RKA sebagai salah satu indikator pemberian WTP, karna banyak kegiatan yg tdk tepat.. sedih sekali... jd anggota dewan baru sa pangkas pengusulan dana2 yg tra jelass dan tepat sasaran..
Kata Mereka (RF), Soal yang pwling terakhir itu seru dana otonomi, setelah saya lihat dan perhatikan dana otsus yg katanya 80% ke daerah itu hanya habisnsaja di belanja makan minum PNS bayar honor perjalanan dinas dll, hanya sebagian kecil yg turun ke masyarakat dalam bentuk kegiatan dan proyek, yg prokyek banyak yg tdk dikerjakan orang papua, saya kadang sedih kalo lihat RKA yg disusun, kenapa dana otsusu itu tdk disalurkan dgn baik, pertanyaan yg berikut saat apakah BPK menjadikan penyususnan RKA sebagai salah satu indikator pemberian WTP, karna banyak kegiatan yg tdk tepat.. sedih sekali... jd anggota dewan baru sa pangkas pengusulan dana2 yg tra jelass dan tepat sasaran..
Tuesday, May 8, 2018
TINGKAT KEMAJUAN
Sebelum melepasjangkar untuk hanyut lebih jauh meninggalkan pelabuhan, untuk itu sangat perlu sedikit dijelaskan apa makna tanggal 8 Mei 2018, hari dimana jutawan anak mudah indonesia beraroma pitih abuh-abuh bertarung masuk perguruan tinggi.
Anak mudah beraroma putih abuh-abuh datang dengan tingkat kemajuan masing-masing untuk mengejar mimpi sesuai harapan orang tua mereka masing-masing.
Tanggal 8 Mei 2018 dengan penuh harap cemas, orang tua melepaskan generasi penerus dinasti untuk ikut bertarung walau tingkat kemajuan mereka abuh-abuh yang bisa dilihat pada pemilihan jalur masuh ada yang sosbut dan adapula yang saintek serat ada yang melalui jalur ujian berbasis intenet yang semua itu pasti terukur dari baca, tulis dan membaca masing-masing peserta. @arkam
Wednesday, April 18, 2018
ANALISIS TARA LAKU PERSIPURA YANG TUA MEMPERMUDA YANG MUDA
sumber : google.com
Mata Pena : Arkam. Penulis statistik bisa membuat model yang menggambarkan kekuatan tim melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya model statistik. Bila mana modelnya baik akan lebih mudah untuk memahaminya.
Sebaliknya seorang sarjana olah raga dan pengamat serta mantan pemain persipura bisa juga membuat model yang sama untuk mengambarkan hengkangnya beberapa pemain persipura melalui berbagai variabel dan indikator untuk memperkaya analisis perjalanan perisipura pada liga satu musim ini.
Putaran pertama liga satu sudah saling kejar-kejaran angka lihat daftar klasemen sementara yang membuat para analis mulai tercecer dengan permainan data time series yang selalu memakai pola lama membombardir pikiran para pegiat olah raga lapangan hijau seantero Nusantara.
Membuat model memakai indikator finance dengan tidak begitu melihat ukuran data real time atau data kekinian, namun sudah membuat simpulan untuk kandidat pemenangnya liga satu musim ini semua berada di pulau luar Papua, mulai sedikit memperbaiki catatan para analisis sebab daftar klasemen hari ini bergerak fluktuatif.
Masih ramai di perbincangkan hengkangnya beberapa pemain yang konon katanya sebagai pemain inti persipura. Hati-hati menggunakan kata “inti”, hal ini menjadi catatan penting untuk manajemen yang sedang membangun keunggulan yang menurut analisi sementara penulis keunggulan yang dibangun ini sedang digerakan oleh sharing resources tua ke muda atau saling memanfaatkan resources.
Analisis ini, datang dari yang tidak pernah bersentuhan dengan rumput bahkan menyentuh kulit bundar sedikit pun tidak, namun analisis kuli tinta ini mewakili mereka yang tdak bersuara, namun tetap hadir sebagai pemain ke dua belas persipura.
Tiga dari empat pemain ke dua belas punya persepsi persipura mampu mengarungi liga satu dengan strategi yang baru, sebab tanda-tanda itu sudah mulai terlihat di klasemen hari ini, mutiara hitam Persipura sudah mulai membuat pengakuan bahwa mutiara hitam Persipura bermental juara.
Sharing resources tua ke muda, mungkin merupakan formulasi baru untuk tetap menjaga asa menjadi pemenang liga satu musim ini. Perubahan strategi di lapangan hijau selalu cepat, bahkan munculnya sering kali tidak terduga.
Misalnya putaran delapan besar liga champion antara AS Roma VS Barcelona, semua analis membuat model sedikit melenceng jauh sebab As Roma sedikit pintar memainkan formulasi strategi 3-5-2 untuk menyerang sementara formulasi 5-3-2 sebagai strategi bertahan kalau pena tidak salah menulis.
Putaran liga satu sudah berjalan dan pemenangnya mulai terlihat sebab mutiara hitam Persipura sudah mulai sedikit membuat analis kuli tinta, mulai mengkoreksi catatan mereka dengan memasukan mutiara hitam Persipura yang merupakan kolaborasi atau saling memanfaatkan antar tua muda yang penulis sebutkan sharing resources tua ke muda
Membangun dalam satu culture Papua yang selalu diunggulkan dalam perjalanan sepak bola tanah air, namun kita perlu ketahui bahwa mereka kuat karena totalitas dukungan masyarakat papua sebagai pemain kedua belas serta ada spirit rasa keluarga dalam satu tungku satu rumah adat Papua.
Yang menarik dari mutiara hitam Persipura adalah bagaimana manajemen dan tim pelatih membangun tim impian dengan keputusan yang tepat dalam mengambil pemain sesuai kebutuhan tim serta diperkuat spirit culture Papua yang dibangun sporter sebagai pemain ke dua belas dalam tim inti.
Langkah yang diambil manajemen dalam membangun tim impian adalah KEPUTUSAN yang diambil dalam memilih calon bintang mutiara hitam perlu diperhatikan pemberian stempel “Inti” sebab surga kecil yang tete manis kase ini menyimpan milyaran warna wari pelangi hidup yang akan terus melahirkan mutiara hitam Persipura masa kini dan masa yang akan datang.
Membangun dan mengembangkan tim mutiara hitam Persipura yang digerakan misi lebih penting sebab akan memberikan nilai lebih kepada tim manajemen bersama tim pelatih dalam menentukan arah bagi tim impian, hal ini perlu diberikan garis bawah agar pemain yang terpilih benar-benar solit serta memiliki dedikasi tinggi untuk menjaga dan merawat rasa kekeluargaan dalam bentuk saling memanfaatkan resources.
Seringkali alasan utama tim tidak dapat mencapai sasaran karena para pemain tidak mendefinisikan dengan jelas apa sumbangsinya untuk tim sebab ada stempel inti, yang membuat para pemain belum begitu serius memahami apa rencana permainan serta kerangka tim yang di siapkan tim pelatih
Sementara analisis yang lain, tim belum dapat mencapai sasaran sebab manajemen dan tim pelatih belum berjalan maksimal sebab ada partisi antara tim Inti dan tim lapis kedua yang membuat program kerja yang digerakan misi sedikit tersendat.
Guntingan liga champion antara AS Roma VS
Barcelona, mungkin bisa menghasilkan satu titik yang amat jelas dimana ke dua
tim yang terdiri dari sebelas orang memiliki tujuan yang sama untuk mencetak
gol dan sebaliknya mereka juga harus mempertahankan gawang mereka untuk tidak
kebobolan dari tim penyerang lawan.
Pertandingan AS Roma VS Barcelona,
masih meninggalkan informasi sebagai sumber bacaan tentang sebuah racikan
rumusan strategi yang perlu dipadukan dengan informasi disekitar lapangan
hijau.
Kita semua tahu bahwa untuk mengalahkan tim sekelas Barcelola itu teramat sulit, namun dengan sedikit kepintaran pelatih membangun dan meracik model yang digerakan misi bersama yaitu menyerang 3-5-2 serta bertahan 5-3-2 membuahkan hasil Barcelona tumbang dari As Roma.
Membangun sebuah tim impian tentu membutuhkan waktu, namun apa yang kita lihat hari ini mutiara hitam Persipura yang diarsitek Butler asal Inggris sudah membuat pemain ke dua belas mutiara hitam Persipura mulai menulis.
Mereka membuat gambaran perjalan mutiara hitam Persipura di liga satu akan berjalan dengan baik sebab tim manajemen dan tim pelatih telah mengambil keputusan terbaik untuk membangun tim impian sebab ada sharing resources atau saling memanfaatkan resources tua mempermuda yang muda sudah mulai terlihat pada beberapa laga mutiara hitam Persipura. Otot saja tidak cukup. @arkam
Sunday, April 8, 2018
SAHUT MARA DARI MAYBRAT BAGIAN IV
Mata Pena : arkam
Sahut Mara, terlilit dalam satu himpunan yang akan melahirkan sejuta makna baik dalam bidang politik, sosial dan ekonomi yang pada era kekinian perlu memerlukan redefinsi sendiri.
Generasi masa lalu orang A3 telah lama mendalami lapisan demi lapisan gugusan batu karang itu dan menemukan mutiara yang teramat sanggat indah yaitu "ra mana sau" yang tumbuh dan berkembang di atas batu cadas yang tidak pernah lepas sebab ada pelindung bomira.
Sahut Mara, hidup dalam warna warni pelangi alam diatas gugusan batu karang itu, sudah merubah warna menjadi merah darah pekat menuju kehitaman ini, turut memberikan informasi bahwa proses pertumbuhannya sudah berjalan secara alamih serta bertransformasi dari satu masa ke masa yang lain.
Sahut Mara, terlilit dalam satu himpunan yang akan melahirkan sejuta makna baik dalam bidang politik, sosial dan ekonomi yang pada era kekinian perlu memerlukan redefinsi sendiri.
Dari sisi ini, Sahut Mara pernah menyampaikan begini. Penyelengaraan pemerintahan secara konsisten memakai pola distribusi orang A3 "ra mana sau" merupakan arah yang tepat membangun kesadaran Anu Betha Tubat.
Dalam lukisan Sahut Mara, kepemimpinan lokal dan generasi masah kini, sudah mulai terlihat sedikit kabur memberikan penjelasan kepada warga A3, khususnya terkait titik pemicu yang semua warga A3 tidak memahami apa pemicu utamanya.
Sensivitas para pemimpin lokal dan pengikut mereka untuk cepat memberikan respon kepada warga A3, dengan rajin memberikan watum (nasehat) secara obyektif di lakukan secara terus menerus, agar pemimpin lokal dan pengikut tidak semakin dalam terjebak pada rasa kampung, kelompok dan rasa teman.
Saturday, April 7, 2018
ANANIAS DARI SORSEL BAGIAN V
Mata Pena : arkam
Ananias,
perlahan mulai hilang harapan serta kecewa, itu sangat jelas terlihat diraut
wajahnya yang sudah semakin lesu dan kusut termakan pikiran, sebab tujuan serta
makna bahkan arti kehadiran dan juga maksud pemberian partisi baru yang diberi
nama sorong ke selatan dengan melihat potret tahun ini sama sekali tidak
memberi harapan.
Ananias,
pada satu hari, pernah mengatakan begini. Pemberian partisi baru itu sanggat
jelas menyajikan harapan yang dibangun melalui pemberian kompensasi yang besar
kepada warga untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, namun
pemerintah tidak melihat memakai kacamatan Ananias.
Dalam
rekaman Ananias, pimpinan daerah gagal memahami latar belakang dan harapan
warga berkait terbentuknya partisi baru yang diberinama sorong ke selatan itu,
setitik kecil simpulan ini sudah pasti mewakili tiga dari empat warga
segenarasi Ananias yang sedang menunggu terbukanya pintu itu.
Ananias
dan generasi seusianya mulai menanyakan begini. Sudah setengah matikah
pemerintah sebab jawaban yang mucul dari hampir tiga dari empat warga seusia
Ananias menyatakan kehadiran sorong ke selatan belum mampu memperbaiki angka
kesejahteraan warganya.
Anannias,
kehadiran partisis baru yang diberi nama sorong ke selatan sejauh ini masih belum
memberikan manfaat pada warganya. Apa yang menjadi harapan masyarakat belum
terjawab dengan baik oleh pemerintah sesuai mimpi dan harapan warga ke depan.
Thursday, April 5, 2018
ANANIAS DARI SORSEL BAGIAN IV
Mata Pena : arkam
Ananias, kau harus dengar dan catat baik serta sampaikan-sampaikan sama keluarga yang lain tentang bantuan pendidikan yang diberikan itu bukan jaminan akan bekerja sebagai pegawai pemerintahan.
Ananias, tidak diberikan jaminan dengan mendapatkan beasiswa itu, nanti selesai menamatkan pendidikan langsung diangkat menjadi pegawai pemerintahan di daerah sorong ke selatan itu.
Ananias, tidak mendapatkan jaminan apapun sebab kau masih dianggap sebagai faktor produksi serta masuk dalam komponen belanja pendidikan, hal itu membuat tidak ada jaminan menjadi pegawai pemerintahan.
Ananias, harus banyak membaca agar bisa mengerti dengan baik tentang apa yang dimaksud program wajib pendidikan yang perlu dilakukan daerah sorong ke selatan agar bisa memperbaiki nilai index Pembangunan Manusia.
Ananias, menghabiskan waktu malam hari untuk doa dan meditasi sebagai sarana utama merefleksikan kembali perjalanan yang sudah di habiskan sebanyak tiga ratus enam puluh lima hari itu.
Ananias, semakin lesu serta sedikit berada dalam posisi setengah hidup sebab Ia harus terus melangkah maju dan sudah tidak mungkin mundur sebab lembaran buku tentang esok harus terus dituliskan sebab esok itu kosong.
Ananias, mulai sadar bahwa waktu yang dihabiskan untuk menunggu terbukanya pintu pegawai pemerintahan sudah sedikit hilang sebab dijemput usia yang sudah tidak mudah lagi menjadi pegawai pemerintahan.
BEEN DARI AMBAIDIRU
Ambaidiru yang sedikit mendunia namun kurang mengigit sebab berada di seberang lautan nun jauh membentuk titik kecil di tengah lautan yang membentuk kepulauan Yapen.
Been menggunakan waktu siang hari untuk berlari menyampaikan kabar pada saudara-saudara yang lain untuk menyampaikan pesan yang isinya berkaitan cerita papa mama bahwa Ambaidiru sudah sedikit mendunia alias sudah masuk warung minum siap saji kelas dunia.
Ambaidiru, namamu tak seindah nasib mu, kenapa Been bisa langsung memberikan fonis seperti itu, Been sebenarnya harus melakukan diaknosis tentang apa saja parasit yang menimbulkan virus mematikan itu.
Cerita masa lalu tetang Ambaidiru sebenarnya merupakan sumber bacaan terbaik untuk menata masa depan warga pribumi dengan membangun dan mengembangkan ekonomi berbasis nilai hidup yang harus di perhatikan pemangku kepentingan di kepulauan yapen.
Ambaidiru sudah sedikit mendunia alias masuk pasar eksport dengan brending "Cofi From Ambaidiru" yang cita rasa bintang lima di beberapa pasar eropa yang dalam perjalanan kurang ada sentuhan pemerintah setempat membuat sedikit hilang di hati para penikmat Kopi.
Ombak memukul ditepian pantai dan irama yiur melambai pohon kepala membuat seisi rumah tertidur serta tidak mau mengambil pusing dengan persoalan yang ada di seputar mereka sebab mereka sadar hanya sebagai penghias kop surat.
Been, Tete manis su kaseh pulau dan isi perut yang begitu kaya, belum juga mengerakkan ekonomi warga berbasis nilai hidup yang setengah hidup ini.
Peta jalan pengembangan ekonomi berbasis konektifitas kepulauan dengan manajemen transportasi tingkat kepulauan Yapen.
Konektifitas antar pulau belum berjalan dengan baik ataukah peta jalan pengembangan konektifitas antar pulau belum ada di naskah perencanaan daerah yang memuat arah membangun dan mengembang ekonomi warga masih abuh-abuh.
Pemerintah perlu menciptakan inovasi baru dengan membangun dan mengembangan manajemen transportasi laut antar pulau yang baik sehingga mobilisasi barang dan orang berjalan seirama, maka ekonomi warga kepulauan akan tumbuh.
Sentuhan transportasi ke Ambaidiru akan semakin menjadi brend terbesar yang mendunia karena komoditi kopi dari Kepulauan Yapen (Ambaidiru) yang mengalir secara terus menerus di pasar eksport.
Wednesday, April 4, 2018
ANANIAS DARI SORSEL BAGIAN III
Mata Pena : arkam
Ananias menghabiskan waktu tiga ratus enam puluh lima hari untuk menunggu dibukakan pintu itu, namun pintu tak kunjung terbuka lagi. Pintu pegawai pemerintahan yang ditunggu Ananias sepanjang tahun.
Waktu terus bergeser menjadi minggu, minggu menjadi bulan dan bulan menjadi tahun membuat Ananias mulai sedikit putus asah karena tidak bisa membuat papa mama tersenyum.
Ananias merasa beban hidup semakin berat sebab di pundaknya semua harapan papa mama di titipkan, karena Ananias merupakan harta (aset) satu-satunya keluarga terdekat dan keluarga pihak papa papa bahkan sekampung.
Masa depan Annias mulai dikorbankan sebab bunga hati yang mau di ikat dengan adat itu, membutuhkan sumber daya yang cukup besar dan belum di tambahkan dengan ini dan itu.
Persoalan ini melebur menjadi satu yang sedang menuju kebekuan hidup, membuat tubuh Ananias yang kekar seperti seorang binaragawan mulai sedikit layu terisap pikirannya.
Ananias, pada satu hari pernah membayangkan begini. era sudah semakin terbuka tidak seperti yang Ananias lihat ketika melanjutkan pendidikan di seberang lautan yang nun jauh di pulau-pulan lain.
Tata admnistrasi kependudukan yang begitu besar memberikan perlindungan pada warga pribuminya itu bisa dilihat dari pendataan penduduk tetap dan tidak tepat mendapatkan legitimasi hukum yang berbeda pula.
Penduduk tidak tetap tidak diberikan ruang yang besar untuk mengakses sumber ekonomi bahkan berpastisipasi dalam bidang pemerintahan di pekarangan rumah mereka itu, sekalipun semua berbahasa Indonesia.
Lukisan peristiwa yang sedikit dirasakan Ananias pada waktu sedang menuntut ilmu di seberang lautan nun juah di pulau-pulau itu, tidak sama sekali terlihat pada pekarangan rumah yang di berinama sorong ke selatan ini.
Memberi rasa aman kepada Ananias dan warga yang lain belum di temukan sebab kekhususan masih diperdebatkan oleh mereka yang hidupnya menumpang di kecurangan.
Tunggu Seri Ke IV
SORONG SETENGAH HIDUP
Black (nama kebetulan) dalam cerita ini, Black berasal dari keluarga bedarah biru yang konon kata cerita dari sumber yang kabur tete dan nene keturunan pemilik modal pada zaman kolonial, namun tidak ada jejak fisik yang kuat untuk membenarkan cerita itu.
Black, pusara itu sudah pasti tak bernama kalau tidak ada yang memahat cerita legenda itu, Black modal warna sudah semakin memudar sebab sumber daya nasional sudah semakin kuat mengalir karena tidak ada alasan untuk tidak datang memperbaiki hidup.
Black, rumah mu merupakan pintu masuk, tempat dimana kapal putih memuntahkan kumbang plastik hitam yang akan berterbangan mencari kelopak bunga yang baru mekar untuk mengisap sari bunga itu.
Black dan keluarga besar mulai sedikit susah mengurus pekarangan rumah mereka sebab sentuhan yang dilakukan keluarga lain bersama kumbang plastik hitam sudah semakin dalam yang membuat pekarangan rumah sudah semakin susah diurus lagi.
Black satu hari pernah membayangkan begini, apa benar, sentuhan yang berlebihan akan membuat semakin sulit untuk di urus pekarangan rumah ini, membuat Black bertanya pada White, apa yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan soal itu.
Jawab White, saya sudah pasti tidak mungkin melakukan proteksi ekonomi warga lokal dengan kumbang plastik hitam sebab ekonomi itu mengandung prinsip ekonomi berkeadilan.
Yang bisa White lakukan untuk mencegah hal itu, hanya dengan mengetuk pintu hati kumbang plastik hitam yang berterbangan di pekarangan rumah untuk selalu memakai kacamata 3P (Profit, People, Planet).
Tuesday, April 3, 2018
SAHUT MARA BAGIAN III
Mata Pena : arkam
Sahut Mara satu hari, pernah membayangkan begini. apakah dengan menghilangkan rasa malu untuk membangun kekuatan politik lokal rasa kot (kampung) dan rasa kelompok serta rasa teman sebagai senjata pemusna masal.
Sahut Mara, memakai metode lihat dan membaca sudah sedikit memberikan simpulan kecil yang menjelaskan bahwa partisi tigah rasa itu sudah terbangun membentuk titik kecil yang akan berkembang menjadi benjolan besar yang menungguh waktu untuk memuntahkan virus kebencian membentuk titik kecil dimana-mana.
Sahut Mara, semakin merasakan sesaknya dada sebab tak bisa menghirup udara kebebas berpendapat sebab pertandingan sudah menjadi postingan media lokal dan nasional serta sudah menjadi trending topik buat mereka yang mendapatkan rembesan tiga rasa itu.
Rasa malu sudah bukan menjadi pedoman hidup atau sebagai pagar pembatas atau bisa juga disebut alat kontrol orang A3 untuk tetap berjalan pada jalur yang benar.
Rasa malu sudah dilompati orang A3 dengan membangun partisi rasa kelompok, rasa kampung dan rasa teman sebagai strategi utama membentuk ring-ring politik ekonomi.
Ring-ring yang dimaksudkan itu, memakai rujukan metode analisis lihat dan rasakan sedikit memberikan simpulan sementara bahwa ring itu merupakan generasi masa kini yang juga merupakan generasi pengikut yang diberikan tugas untuk menjaga tiga rasa yang sudah dibangun bersama.
Tete manis berikan nilai rasa malu buat orang A3, agar dalam perjalan membangun dan mengembangkan diri selalu berpegang pada nilai satu hati, satu pikiran dan satu rasa serta satu keluarga "Anu Betha Tubat".
Subscribe to:
Posts (Atom)
MENCARI MAYBRAT
Merauke Undercover
arkam Merauke selalu tampil manis di mata orang luar. Kota rusa, kota datar, kota paling timur negeri. Tapi itu hanya kulit luar topeng yang...
-
arkam Ada masa ketika hidup terasa berat dan seluruh dunia seperti berpaling darimu. Di momen seperti itu, kesedihan datang tanpa diundang, ...
-
Upaya memahami “anu betha tubat” SEBAGAI modal sosial masyarakat ibaratnya bagai menegakkan benang basah : Nyaris mustahil ! Dr. Arkam...
-
KORUPSI KEMANUSIAAN DI TANAH PAPUA Korupsi di Papua ibarat fenomena gunung ES yakni hanya sebagian kecil dari kasus-kasus korups...












