arkam
Dalam teori perilaku organisasi ada 1 (satu) emosi dasar yang membentuk energi penderitaan. Pada penjelasan ini, penulis mengurat pada sejarah perjalanan manusia dalam perjalanan karir birokrasi maupun politik, di mana kamu sombong tidak dilihat sebagai sumber pendertitaan yang menyebabkan damai sulit ditemukan.
Maka, dalam perjalanan penulisan suara dari jalanan yang penulis ungkapkan melalui cakap-cakap dalam sebuah tulis agar kamu sadar dan pulang kedalaman diri kamu untuk mengaktifkan intuisi kamu untuk berbakti pada diri sendiri. Kata keramat “orang yang mengenal dirinya sendiri, berarti mengenal semesta yang esa”.
Untuk itu, kamu harus stop dan diam sejenak serta memahami bahwa semua manusia terkoneksi. Kilas balik perjalan penulisan perilaku kamu bukan sesuatu yang ketika kamu diberikan kuasa, di situlah emosi kesombongan hadir, seperti membuat cerita tentang perjalanan sukses kamu, membuat cerita-cerita membanggakan diri sendiri, ini sekecil informasi yang menjelaskan tentang kamu sombong.
Sementara, suara dari jalanan terlihat bahwa kamu sombong terlihat pada sorotan kamera para birokrat dan politisi yang ketika bercakap-cakap atau memberi hanya dilakukan ketika tertangkap lensa kamera biar kamu dibilang dermawan dan memberi harapan palsu bukan harapan nyata dan biarkan masyarakat renang sendiri di samudra kehidupan yang tanpa bertepi ini.
Disisi lain, kamu bohong, kamu harus mengerti bahwa pencu membantu orang lain cuman ada dalam filim Robin hut, kenyataan itu tidak demikian ceritanya. Sama hal dengan kepemimpinan dan delegasi yang diberikan cuman lima tahun kenapa kamu sombong.@arkam
Dalam teori perilaku organisasi ada 1 (satu) emosi dasar yang membentuk energi penderitaan. Pada penjelasan ini, penulis mengurat pada sejarah perjalanan manusia dalam perjalanan karir birokrasi maupun politik, di mana kamu sombong tidak dilihat sebagai sumber pendertitaan yang menyebabkan damai sulit ditemukan.
Maka, dalam perjalanan penulisan suara dari jalanan yang penulis ungkapkan melalui cakap-cakap dalam sebuah tulis agar kamu sadar dan pulang kedalaman diri kamu untuk mengaktifkan intuisi kamu untuk berbakti pada diri sendiri. Kata keramat “orang yang mengenal dirinya sendiri, berarti mengenal semesta yang esa”.
Untuk itu, kamu harus stop dan diam sejenak serta memahami bahwa semua manusia terkoneksi. Kilas balik perjalan penulisan perilaku kamu bukan sesuatu yang ketika kamu diberikan kuasa, di situlah emosi kesombongan hadir, seperti membuat cerita tentang perjalanan sukses kamu, membuat cerita-cerita membanggakan diri sendiri, ini sekecil informasi yang menjelaskan tentang kamu sombong.
Sementara, suara dari jalanan terlihat bahwa kamu sombong terlihat pada sorotan kamera para birokrat dan politisi yang ketika bercakap-cakap atau memberi hanya dilakukan ketika tertangkap lensa kamera biar kamu dibilang dermawan dan memberi harapan palsu bukan harapan nyata dan biarkan masyarakat renang sendiri di samudra kehidupan yang tanpa bertepi ini.
Disisi lain, kamu bohong, kamu harus mengerti bahwa pencu membantu orang lain cuman ada dalam filim Robin hut, kenyataan itu tidak demikian ceritanya. Sama hal dengan kepemimpinan dan delegasi yang diberikan cuman lima tahun kenapa kamu sombong.@arkam
No comments:
Post a Comment