Monday, November 24, 2025

KOMBINASI KEK SORONG DAN OTSUS PART 4


arkam

Ketika plagiarisme ekonomi (model KEK yang disalin dari luar) bertemu dengan kelemahan tata kelola (Otsus), kita melihat paradoks paling mencolok dalam sejarah pembangunan Papua. Di atas kertas, PDRB naik. Jalan bertambah panjang. Gedung sekolah bertambah banyak. Investasi masuk. Namun, mengapa kehidupan ekonomi masyarakat adat tetap stagnan?

Jawabannya sederhana tetapi menyakitkan: karena model pembangunan ini tidak dibangun untuk mereka. Ia dibangun untuk memenuhi standar nasional, mengejar angka, dan mengakomodasi kepentingan modal besar. Dalam kerangka itu, masyarakat Papua tidak diposisikan sebagai subjek pembangunan, melainkan objek.

Model “copy–paste” tidak hanya gagal meningkatkan kesejahteraan ia melestarikan ketergantungan. Setiap kegagalan lalu diperbaiki dengan menambah anggaran, bukan mengubah desain. Setiap kegagalan baru justru melahirkan proyek baru, bukan mengakui kesalahan lama.

Kombinasi KEK yang tidak inklusif + Otsus yang tidak efektif menciptakan pembangunan yang berkilau di permukaan tetapi kosong di bagian terdalam.@arkam

No comments:

Post a Comment

MENCARI MAYBRAT

Merauke Undercover

arkam Merauke selalu tampil manis di mata orang luar. Kota rusa, kota datar, kota paling timur negeri. Tapi itu hanya kulit luar topeng yang...