arkam
Dalam perjalanan penulisan ekonomi jalanan dan dari suara dari jalanan, penulis terus menyulam makna di setiap potret jalanan, suara samping di emperan tokoh, di jiku warung kaki lima ada yang mendekat dan berbisik minta seribu ka.
Potret kehidupan terus mengalir di jalan ini untuk terus cari, dapat, lihat, baca dan rekam dalam pohon pengetahuan untuk menumbuhkan akar yang kuat untuk terus dilakukan pencarian tentang apa akar masalah yang menyebabkan manusia papua jadi pengusaha sampai sebatas mendapatkan sertifikat pelatihan.
Sementara, ada sebagian besar manusia Papua lain jadi pengusaha hannya sebatas jualan kecap manis lewat cerita motivasi. Ujung-ujung tidur malam dan bangun pagi tidak sama. Pengulangan cerita pemberdayaan dari rezim ganti rezim kepemimpinan masih omon-omon pencitraan aja.
Lalu, Teori Pareto 80/20, selalu jadi inspirasi penulis untuk membedah pola kepemimpinan. Pemetaan sumber daya alam dilakukan dengan konsep pareto, di mana dari hasil cari, dapat, lihat, baca dan rekam, di mana hanya ada 20% kelas baru papau yang menguasai 80% sumber daya alam papua.
Maka, potret ini terlihat dari permainan halus yang berlindung dibalik narasi “percepatan pembangunan” ini merupakan pola main kelas baru papua yang merupakan perpanjangan tangan pusat di tingkat lokal. Kelas baru ini juga mengambil peran sebagai perantara masyarakat Papua dengan pusat.
Kelas baru ini juga mengambil fungsi sebagai jembatan kebijakan pusat yang dapat dilegitimasi dalam adat lokal. Kelas baru Papua ini punya keyakinan kuat bahwa mereka punya kuasa dan diberi kuasa oleh masyarakat Papua sebagai perantara pusat di daerah.@arkam
Dalam perjalanan penulisan ekonomi jalanan dan dari suara dari jalanan, penulis terus menyulam makna di setiap potret jalanan, suara samping di emperan tokoh, di jiku warung kaki lima ada yang mendekat dan berbisik minta seribu ka.
Potret kehidupan terus mengalir di jalan ini untuk terus cari, dapat, lihat, baca dan rekam dalam pohon pengetahuan untuk menumbuhkan akar yang kuat untuk terus dilakukan pencarian tentang apa akar masalah yang menyebabkan manusia papua jadi pengusaha sampai sebatas mendapatkan sertifikat pelatihan.
Sementara, ada sebagian besar manusia Papua lain jadi pengusaha hannya sebatas jualan kecap manis lewat cerita motivasi. Ujung-ujung tidur malam dan bangun pagi tidak sama. Pengulangan cerita pemberdayaan dari rezim ganti rezim kepemimpinan masih omon-omon pencitraan aja.
Lalu, Teori Pareto 80/20, selalu jadi inspirasi penulis untuk membedah pola kepemimpinan. Pemetaan sumber daya alam dilakukan dengan konsep pareto, di mana dari hasil cari, dapat, lihat, baca dan rekam, di mana hanya ada 20% kelas baru papau yang menguasai 80% sumber daya alam papua.
Maka, potret ini terlihat dari permainan halus yang berlindung dibalik narasi “percepatan pembangunan” ini merupakan pola main kelas baru papua yang merupakan perpanjangan tangan pusat di tingkat lokal. Kelas baru ini juga mengambil peran sebagai perantara masyarakat Papua dengan pusat.
Kelas baru ini juga mengambil fungsi sebagai jembatan kebijakan pusat yang dapat dilegitimasi dalam adat lokal. Kelas baru Papua ini punya keyakinan kuat bahwa mereka punya kuasa dan diberi kuasa oleh masyarakat Papua sebagai perantara pusat di daerah.@arkam
No comments:
Post a Comment