arkam
Sadar dengan cara-cara hidup instan dan mengorbankan orang banyak, walaupun hidup adalah hidup dan semua orang bahagia di tempatnya masing-masing. Mengerti sebelum akal sehat ditutupi kepentingan perut. Hal ini, harus dipahami dengan baik karena “Masyarakat salah lebih baik, dibandingkan pemerintah benar semua”.
Hampir sebagian trik dan intrik dilakukan ketika konspirasi senyap dengan menekan orang kampung dengan cara jaga kebodohan dan jaga rasa lapar sebagai pintu masuk yang tepat untuk membongkar praktek-praktek salah yang dipelihara.
Pesan ini menjadi menarik untuk dilakukan analisis lebih dalam lagi karena banyak sekali menimbulkan pertengkaran pikiran di media online antara yang mendukung dan tidak mendukung terkait proses pemberdayaan ekonomi masyarakat, lebih khusus orang asli Papua.
Masalah pimpinan daerah pada ranting terkecil dan tingkat kemajuan rendah tidak dipersiapkan secara baik, membuat mereka terjebak dengan perbuatan melawan hukum. Proses pemberdayaan masyarakat yang salah membuat hari ini Anda media online ramai dengan kasus pimpinan ranting terkecil sebagai perwakilan pemerintah melakukan legal hazard.
Mereka dengan tingkat kemajuan yang rendah bahkan ada sebagian dari mereka hanya sampai di pagar sekolah dipaksakan untuk terlibat sebagai kepala kampung. Fenomena ini, membuat pimpinan di daerah menang banyak karena menyalahkan masyarakat.
Anda harus belajar untuk ambil posisi duduk seperti orang kampung dengan tingkat kemajuan rendah sebab duduk dengan benar, maka Anda dapat dengan jernih memahami apa persoalan sebenar sehingga muncul persoalan moral hazard dan legal hazard.
Maka, dengan tingkat kemajuan yang rendah serta pola pemberdayaan kampung salah membuat urusan perut diambil sebagai satu pilihan utama membuat terjadinya moral hazard. Pemekaran dan tidak pemekaran, Otsus dan tidak otsus, kecamatan ganti distrik, desa ganti kampung sama 1112.
Kata cerita pemekaran dilakukan karena alasan mempercepat pembangunan dan memperluas layanan publik tidak menghilangkan kebijakan pembangunan berbasis investasi besar dan masih tergantung pada cara berpikir birokrasi yang masih bergantung pada pusat.@arkam
No comments:
Post a Comment