Monday, November 24, 2025

Kopi di Libra Merauke

arkam

Secangkir Kopi di Libra Merauke, Saya Memulung ide yang berserakan di geliatnya malam Provinsi Papua Selatan, Mereka yang melintas hannya pemilik kresek plastik hitam yang mencari rezeki di malam hari, Saya terus memulung serpihan ide yang jatuh berserakan dan merangkaikan cerita malam untuk terus menggali dan mencari kemana perginya pemilik empat penjuru mata angin.

Saya mulai menduga mereka perlahan tertendang secara alamiah keluar dari gerbong ekonomi karena teman mereka kresek hitam datang dengan moneter yang kuat serta tingkat kemajuan pendidikan baik, membuat geliat malam Provinsi Papua Selatan mendatangkan gerimis untuk kantong kresek hitam.

Saya terus bertanya kemana perginya mereka untuk berteduh, gelombang samudra mulai menghantam geguritan kiri dan kanan kapal Papua Selatan, mereka harus terus berlayar di tengah samudera Papua Selatan yang penuh dengan ketidakpastian.

Mereka secara perlahan terjepit di persimpangan jalan, mereka bersuara ini bukan tanah kosong, tetapi semua sudah menjadi bubur. Pemerintah bekerja seperti pegawai pos yang hanya mengantarkan paket sesuai alamat, seri monial dimainkan melalui lini masa media online FaceBook dan sejenisnya untuk sampaikan pada dunia bahwa mereka membela rakyat kecil, tapi ada bukti kebijakan yang diambil melahirkan kemiskinan beranak cucu.

Pemerintah mengurus dirinya sendiri, sampai lupa jalan untuk pulang, Saya harus mengerti dan sadar bahwa matahari pasti terbenam, Saya harus sadar bahwa periodesasi kepemimpinan hannya lima tahun, maka pahamilah bahwa hidup harus memberi percikan air membasahi semua orang, agar Saya selamat dan hidup awet mudah sampai menua.@arkam

No comments:

Post a Comment

MENCARI MAYBRAT

Merauke Undercover

arkam Merauke selalu tampil manis di mata orang luar. Kota rusa, kota datar, kota paling timur negeri. Tapi itu hanya kulit luar topeng yang...